Cuaca eksrem yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat dalam beberapa pekan terakhir dikhawatirkan mempengaruhi ketahanan pangan di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kalbar Bontor Panggabean di Pontianak, Senin (17/01/2011), mengkhawatirkan banjir yang merendam Kabupaten Sambas sejak sepakan ini akan berdampak pada hasil panen padi di salah satu lumbung beras di Kalbar. <br /><br />"Pada dasarnya cuaca eksrem yang terjadi saat ini pasti akan mempengaruhi ketahanan pangan terutama beras," katanya. <br /><br />Ia menjelaskan, seberapa besar dampaknya terhadap ketahanan pangan beras akibat bencana banjir dan cuaca eksrem hingga kini belum diketahui. <br /><br />"Kami hingga kini belum mendapat informasi dari daerah-daerah yang terkena musibah banjir seperti dari Kabupaten Sambas sehingga belum bisa menghitung dampaknya terhadap ketahanan pangan Kalbar," ujar Bontor. <br /><br />Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kalbar menambahkan, program antisipasi dari pihaknya sudah ada dalam rangka antisipasi ketahanan pangan, seperti menggalakkan masyarakat untuk menkonsumsi selain beras, seperti ubi-ubian, jagung, sagu dan lain-lain yang kandungan karbohidratnya sama dengan beras. <br /><br />"Sosialisasi 3 B (beragam, bergizi, berimbang dan aman) terus kami galakkan sehingga ke depan masyarakat tidak lagi tergantung pada beras," katanya. <br /><br />Selain itu, cadangan beras untuk penanggulangan bencana sebanyak 299 ribu ton yang dititipkan di Bulog juga masih ada sehingga tidak perlu khawatir, kata Bontor. <br /><br />Sebelumnya, Badan Meteorologi dan Geofisika Bandar Udara Supadio Pontianak, memperkirakan tiga kabupaten/kota Kalbar, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang dan Kota Singkawang berpotensi terjadi angin puting beliung dalam satu minggu ini. <br /><br />"Curah hujan yang cukup tinggi di tiga daerah itu yang disertai kecepatan angin 5 sampai 10 knot sangat berpotensi terjadinya angin puting beliung," kata Prakirawan Cuaca BMG Supadio Pontianak, Toni Kurniawan. <br /><br />Dia mengatakan, tiga daerah itu juga berpeluang terjadi banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi, terutama di daerah-daerah dataran rendah. <br /><br />Sementara untuk Kota Pontianak, menurut Prakirawan tersebut akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama sepekan ini. <br /><br />Toni menambahkan, banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, bukan karena rob atau air pasang laut yang naik hingga ke daratan yang juga mengakibatkan kawasan dataran rendah terendam, kata Toni. <br /><br />Ia mengimbau masyarakat yang bermukim di tiga daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaannya, terutama terhadap ancaman banjir dan puting beliung. <br /><br />Bupati Sambas Burhanuddin Arrasyid beberapa lalu telah menetapkan status darurat terkait bencana banjir yang telah merendam hampir sebagian kabupaten itu sejak sepekan lalu. <br /><br />Elydia (31) salah seorang ibu rumah tangga warga Desa Pimpinan mengatakan, banjir yang telah meredam ratusan rumah warga desa itu sejak sepekan masih terendam air setinggi 50-100 centimeter. <br /><br />"Air terus naik, akibat hujan yang terus turun," ujarnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>











