Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional tengah membidik daerah-daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar yang ada di seluruh Indonesia untuk mengintensifkan program KB. <p>Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional tengah membidik daerah-daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar yang ada di seluruh Indonesia untuk mengintensifkan program KB. <br />"Kami sedang menyasar seluruh daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar untuk menyosialisasikan dan melaksanakan program keluarga berencana," kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief di Jakarta, Senin. <br />Sugiri menjelaskan selama ini program KB kurang terealisasi dengan baik di daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar karena sulitnya akses. <br />"Akses yang sulit mengakibatkan informasi tentang KB dan pelaksanaan program KB di daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar kurang terealisasi dengan optimal," katanya. <br />Ia menambahkan, banyak masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar yang ingin melakukan program KB namun tidak punya akses untuk mendapatkannya dan sulit menjangkau lokasi pelayanan kesehatan. <br />Ada juga masyarakat di daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar yang bahkan tidak mendapat informasi soal adanya program KB karena sulitnya mendapatkan akses informasi. <br />Untuk itu, BKKBN akan bekerja sama dengan sejumlah pihak diantaranya TNI, Pelni dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal untuk melakukan jemput bola ke masyarakat di daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar terkait program KB. <br />"Khusus TNI kami sudah melakukan kerjasama selama dua tahun terakhir, dan di tahun 2011 ini adalah tahun ketiga kami akan melakukan kerjasama untuk menyosialisasikan dan melaksanakan program KB di seluruh wilayah di Indonesia termasuk daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar," katanya. <br />Sugiri menjelaskan alasan pihaknya menyasar daerah-daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar adalah untuk mengoptimalkan upaya menekan laju pertumbuhan penduduk di seluruh wilayah Tanah Air. <br />Ia menjelaskan jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia akhir-akhir ini berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010 melebihi angka proyeksi nasional yaitu sebesar 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 per tahun. <br />"Secara kuantitas jumlah dan pertumbuhan penduduk di Indonesia masih cukup tinggi, bahkan terbesar keempat sedunia, namun secara kualitas masih tergolong rendah yakni berada pada posisi ke 108 dari 188 negara," katanya. <br />Ia menambahkan, pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan akibat dari fertilitas yang tinggi akan menjadi sumber kemiskinan dan menghambat pertumbuhan ekonomi. <br />Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk maka perlu digalakkan program Keluarga Berencana yang menjangkau seluruh wilayah Nusantara termasuk daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terluar.(Eka/Ant)</p>











