BERAU, KN – Kampung Pengat Bukur yang terletak di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dilaporkan mengalami banjir sejak Senin malam (27/5). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari 10 jam menyebabkan meluapnya Sungai Segah, yang akhirnya merendam sebagian besar wilayah kampung.
Menurut informasi dari warga setempat, air mulai naik sekitar pukul 02.00 WITA dini hari. Hingga Selasa pagi, ketinggian air di beberapa titik permukiman warga mencapai 80 cm hingga 1 meter. Ratusan rumah terdampak, dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, termasuk gedung sekolah dan rumah ibadah yang berada di dataran lebih tinggi.
“Kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang, air datang cepat sekali,” ujar Nurhalimah, salah satu warga yang rumahnya terendam banjir.
Kepala Kampung Pengat Bukur, Junaidi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau untuk penanganan darurat. Bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan selimut mulai disalurkan pada pagi hari.
“Prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan warga. Kami juga memantau kemungkinan banjir susulan karena hujan masih terus turun di hulu,” kata Junaidi.
BPBD Berau mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jika kondisi memburuk, evakuasi massal akan dilakukan ke lokasi pengungsian yang sudah disiapkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar. Pemerintah daerah berjanji akan segera melakukan pendataan dan memberikan bantuan lanjutan kepada warga terdampak banjir. (Ramli)











