Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), memprogramkan prioritas pemberantasan buta aksara di daerah pedalaman, ujar Kepala Dinas Pendidikan setempat, Eddy Yulianto. <p style="text-align: justify;">"Hal itu dilakukan agar masyarakat pedalaman yang mendiami kawasan pegunungan Meratus juga merasakan hasil pembangunan,khususnya di bidang pendidikan," ujarnya di Paringin, ibu kota Balangan, Senin.<br /><br />Di Balangan, beberapa wilayahnya merupakan kawasan perbukitan pegunungan Meratus yang di huni oleh komunitas masyarakat adat Dayak Meratus.<br /><br />Beratnya medan di kawasan tersebut seringkali menyulitkan upaya pembangunan yang hendak dilakukan sehingga masyarakatnya mengalami kendala untuk bersekolah.<br /><br />Untuk dapat bersekolah, masyarakat adat Dayak Meratus harus menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kecamatan sehingga tak banyak dari mereka yang mau melakukannya.<br /><br />"Sebagai tahap awal, pemerintah daerah telah membangunkan SD Kecil hingga ke pelosok pedalaman pegunungan Meratus agar masyarakat di sana terhindar dari buta aksara," katanya.<br /><br />Tercatat, sedikitnya lima SD Kecil telah dibangun di kawasan pemukiman masyarakat adat Dayak Meratus, yaitu SD Kecil Libaru Sungkai di Desa Binuang Santang, SD kecil Hampang di Desa Uren, SD kecil Marajai di Dayak Pitap, SD kecil Raranum di Desa Langkap, dan SD Wayuanin di Desa Wayuanin Kecamatan Halong.<br /><br />Ia menambahkan, prioritas pemberantasan buta aksara di daerah pedalaman sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoU) antara Mendiknas RI dan Gubernur Kalsel pada 18 Maret 2006 lalu.<br /><br />"Dalam Nota Kesepahaman tersebut memuat masalah penuntasan wajib belajar sembilan tahun yang disikapi oleh pemerintah daerah dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk mengenyam pendidikan," tambahnya.<br /><br />Pengentasan buta aksara juga dilakukan melalui program rehabilitasi SD/MI, pembangunan SMP Satu Atap dan berbagai pembenahan fisik bangunan sekolah lainnya.<br /><br />Selain itu, telah dilakukan pula pembebasan uang sekolah kepada pelajar SMA, MA, dan SMK serta pembagian buku wajib gratis untuk mata pelajaran utama seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











