Sebanyak 450 warga Jawa Timur tercatat menderita HIV/AIDS sepanjang tahun 2010, kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pamekasan, Sabtu. <p style="text-align: justify;">Sebanyak 450 warga Jawa Timur tercatat menderita HIV/AIDS sepanjang tahun 2010, kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pamekasan, Sabtu.<br /><br />"Jumlah penderita HIV/AIDS itu meningkat tajam dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena pada tahun 2009 hanya ada 100 kasus," katanya dalam acara sosialisasi bahaya penggunaan obat terlarang di Islamic Centre Pamekasan, Madura, Jawa Timur.<br /><br />Menurut dia, penderita HIV/AIDS ini bukan hanya pekerja seks komersial saja, namun juga ibu-ibu rumah tangga.<br /><br />"Ini karena bapak-bapaknya suka ‘jajan’ di luaran," kata Wagub yang juga Ketua Komite Penanggulangan HIV/AIDS Pemprov Jatim itu, seraya bergurau.<br /><br />Oleh sebab itu, katanya, Pemprov akan melakukan upaya serius tentang persoalan tersebut dengan cara berupaya mencegah dan memberantas peredaran narkoba ini.<br /><br />Ia menilai penderita kasus HIV/AIDS selalu identik dengan pengguna narkoba.<br /><br />"Orang yang mengonsumsi narkoba itu cenderung untuk melakukan seks bebas," katanya.<br /><br />Ia mengatakan ada beberapa langkah yang akan dilakukan Pemprov Jatim.<br /><br />"Pertama adalah pencegahan (preventif) yakni dengan memberikan pengumuman kepada masyarakat seperti yang dilakukan teman-teman saat ini," katanya.<br /><br />Kedua, kata Wagub, adalah pengobatan dan penegakan hukum. "Yang ketiga adalah rehabilitasi," katanya.<br /><br />Selain cenderung melakukan seks bebas yang pada akhirnya bisa terjangkit virus HIV/AIDS, pengguna narkoba juga cenderung berbuat kriminal.<br /><br />"Kenapa kriminal, karena jika pengguna narkoba hartanya sudah terkuras, maka bisa akan melakukan tindakan kriminal untuk kebutuhan konsumsi narkoba," ucapnya.(Eka/Ant)</p>











