Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Jawa Tengah menyatakan, serangan ulat bulu merebak di 17 kabupaten/ kota di provinsi ini. <p style="text-align: justify;">Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Jawa Tengah menyatakan, serangan ulat bulu merebak di 17 kabupaten/ kota di provinsi ini.<br /><br />"Sebagian besar ulat bulu menyerang tanaman mangga di berbagai daerah," kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Jawa Tengah Aris Budiono di Semarang, Rabu.<br /><br />Menurut dia, serangan ulat bulu tersebut tergolong dalam kategori ringan hingga berat.<br /><br />Sejumlah daerah yang mulai terserang ulat bulu di antaranya Kabupaten Kendal, Demak, Kudus, Pemalang, Kota Pekalongan serta Semarang.<br /><br />"Serangan dengan kategori berat merebak di wilayah Pemalang," katanya.<br /><br />Ia menuturkan, salah satu penyebab merebaknya ulat bulu yakni berkurangnya predator alami organisme ini.<br /><br />"Perburuan burung pemangsa ulat bulu yang cukup marak menjadi salah satu penyebab utamanya," katanya.<br /><br />Kondisi tersebut, lanjut dia, diperparah dengan pertambahan populasi ulat bulu secara signifikan akibat anomali cuaca.<br /><br />Berbagai upaya, kata dia, telah dilakukan untuk mengendalikan merebaknya ulat bulu tersebut, antara lain melalui penyemprotan pestisida oleh petugas Dinas Pertanian.<br /><br />"Selain itu, upaya swadaya yang bisa dilakukan dengan membakar, menebang ranting pohon yang terserang, atau mengambili ulat satu per satu," katanya.<br /><br />Ia menuturkan, upaya pencegahan harus segera dilakukan agar serang ulat bulu tidak menyebar ke kawasan lain. (Eka/Ant)</p>










