Dinas Pertanian kabupaten Sintang mengakui jika program dari pertanian di kabupaten Sintang untuk mengoptimalisasikan lahan yang direncanakan 500 hektar perkecamatan belum sepenuhnya dapat terlaksana. <p style="text-align: justify;">Padahal tujuan optimalisasi lahan tersebut adalah untuk dapat mewujudkan swasembada pangan khususnya ditingkat lokal.<br /><br />“Dari rencana optimalisasi lahan 500 hektar perkecamatan di Kabupaten Sintang, baru kecamatan Kelam permai yang terlaksana,” kata Plt.Dinas Pertanian , Peternakan dan Perikanan kabupaten Sintang, Ir.Arbudin Jauharie, MM kepada Kalimantan-news, Kamis (14/04/2011) di Kecamatan Kelam Permai.<br /><br />Khusus untuk Kecamatan Kelam Permai sendiri, lanjutnya sudah tergarap lahan pertanian seluas 700 hektar bahkan potensi yang sebenarnya sangat besar.<br /><br />“Namun sayangnya dari luas areal yang begitu besar tersebut baru seluas itu lahan yang bisa termanfaatkan. Jadi untuk sementara luas areal yang ada dulu yang menjadi prioritas karena jumlah petani penggarap lahan tidak terlalu banyak,” ungkapnya.<br /><br />Dari pantauan pihaknya, dibeberapa kecamatan terdapat potensi lahan yang besar namun tidak diefektifkan pemanfaatannya. Hal tersebut karena masih ada pandangan dari masyarakat petani dibebera wilayah yang lebih memilih pertanian lain seperti karet ataupun sawit yang dianggap sangat menjanjikan.<br /><br />“Masalahnya ini banyak faktor penyebabnya. Daya tarik SDM petani yang tidak begitu tertarik dengan bidang pertanian lain selain karet ataupun karet yang dianggap lebih menjanjikan,” kata Arbudin.<br /><br />Padahal, menurutnya masyarakat sebenarnya dapat mengoptimalkan lahan yang sudah digarap tersebut untuk juga menanam pertanian lainnya, bahkan secara hitungan matematis pertanian juga memiliki daya saing yang sangat tinggi.<br /><br />“Nah itu yang belum begitu disadari oleh para petani dibeberapa kecamatan. Dan ini juga yang menjadi tantangan bagi kita khususnya para PPL untuk memperkenalkan pertanian diluar karet dan sawit,” imbuhnya.<br /><br />Pada kesempatan tersebut, Arbudin juga sangat menyambut baik dengan ditetapkannya Kecamatan Kelam Permai sebagai sentra holtikultura di Kabupaten Sintang, termasuk menjadikan kawasan ini pula sebagai tempat wisata Agrowisata.<br /><br />“Ini menjadi kawasan terpadu pertanian dan wisata. Yang pasti kita sudah sepakat bahwa kawasan Kelam Permai ini dijadikan sebagai sentra produksi holtikultura dengan beberapa kawasan penyangga seperti Binjai dan Sei Tebelian,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>











