ARTIKEL
1. Wadiah
Wadiah Adalah akad penitipan barang atau uang dari pemilik kepada pihak lain yang di percaya untuk menjaga keamanan dan keutuhan harta tersebut. Secara Bahasa artinya menitipkan atau meninggalkan. Wadiah sering digunakan dalam perbankan syariah (Tabungan/giro) dengan prinsip titipan murni, tanpa bagi hasil, namun bisa memberi bonus.
Jenis – jenis wadiah :
• Wadi’ah Yad Amanah : titipan murni Dimana penerima tidak boleh menggunakan barang/uang titipan dan wajib menjaga keutuhannya.
• Wadi’ah Yad Dhamamah: titipan Dimana penerima titipan tidak boleh menggunakan barang/ uang titipan dan bertanggung jawab penuh atas keputusannya, dengan keuntungan menjadi milik penerima penuh.
Contoh penggunaan wadi’ah:
• Tabungan Syariah: nasabah menitipkan uang, bank mengelola dan dana aman
• Giro Syariah: pengguna wadi’ah yad dhamamah pada rekening giro.
• Safe deposit box : penitipan barang berharga.
• Tabungan haji / umroh: penyimpanan dana.
2. Kafalah
Kafalah Adalah akad jaminan atau tanggungan yang diberikan oleh pihak ketiga (kafil) kepada pihak berpiutang(makhful lahu) untuk memenuhi kewajiban pihak kedua / debitur (makful ‘anhu) jika gagal memenuhinya. Konsep ini didasarkan pada prinsip tolong- menolong dan pengalihan tanggung jawab dalam fiqih muamalah.
• Rukun kafalah: penjamin (kafil), pihak yang dijamin (makful ‘anhu), pihak yang menerima jaminan (makful lahu), objek jaminan (makful bihi), dan shigat (pernyataan akad).
• Jenis – jenis kafalah:
o Kafalah bin-Nafs: Jaminan atas diri/nama baik seseorang (kehadiran seseorang).
o Kafalah bin-Mal: jaminan untuk melunasi hutang atau harta.
o Kafalah bin-Taslim: jaminan pengembalian barang yang disewa.
o Kafalah al-Munajazah: jaminan mutlak tanpa Batasan waktu,
o Kafalah al-Muallaq: jaminan yang dibatasi oleh waktu atau syarat tertentu.
• Contoh aplikasi di perbankan syariah:
o Bank garansi: jaminan untuk proyek (Bid Bond, performance Bond).
o Letter of Credit (L/C): Jaminan transaksi impor/ekspor.
o Pembiayaan Mikro: penjaminan untuk pembiayaan usaha.
• Dasar Hukum: bersumber dari al-quran (QS.Yusuf: 27) dan hadis Nabi mengenai kewajiban orang berhutang.
3. Wakalah
Wakalah Adalah akad pelimpahan kekuasaan dari satu pihak (muwakkil) kepada pihak lain(wakil) untuk bertindak atas namanya dalam urusan tertentu, seperti jual beli, perwakilan hukum, atau pengurusan zakat. Hukumnya mubah (boleh), bahkan bisa menjadi wajib atau haram sesuai konteksnya.
• Rukun wakalah:
o Muwakkil: pihak yang memberi kuasa.
o Wakil: pihak yang menerima kuasa.
o Taukil/muwakkal fih: objek atau urusan yang diwakilkan.
o Shigat: ijba qobul(pernyataan perwakilan).
• Jenis-jenis wakalah:
o Wakalah bil Ujrah: wakalah dengan imbalan upah(fee).
o Wakalah bil Ghair Ujrah: wakalah tanpa imbalan (sukarela).
• Berakhirnya wakalah:
o Tujuan pekerjaan telah tercapai.
o Salah satu pihak meninggal dunia atau gila.
o Pemberi kuasa mencabut kuasanya.
o Wakil mengundurkan diri.
• Contoh wakalah dalam kehidupan modern:
o Penggunaan jasa pengacara (wakalah dalam perkara).
o Jasa pengiriman barang atau transfer uang.
o Transaksi perbankan syariah (pembelian barang melalui bank).
Nisa Aprilia
Mahasiswa STMIK TAZKIA










