Provinsi Kalimantan Barat mempunyai potensi sekitar 10 ribu hektare lahan pekarangan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. <p style="text-align: justify;">"Ini potensi yang sangat luar biasa kalau dapat dikelola dengan baik dan tepat sasaran," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Hazairin di Pontianak, Jumat.<br /><br />Menurut dia, saat ini ada sekitar satu juta rumah tangga di Kalbar. Rata-rata luas lahan pekarangan yang dapat dimanfaatkan sekitar 100 meter persegi.<br /><br />"Secara nasional, program pemanfaatan lahan pekarangan untuk memperkuat ketahanan pangan mencapai 500 ribu hektare yang akan diluncurkan oleh pemerintah pusat," kata dia.<br /><br />Hazairin mengatakan, Kalbar akan mencoba mengoptimalkan peluang tersebut selain untuk memperkuat ketahanan pangan juga meningkatkan daya beli masyarakat.<br /><br />Ia menambahkan, tanaman untuk pekarangan yang menjadi kebutuhan sehari-hari seperti cabai dan tomat.<br /><br />"Juga tanaman sayuran lainnya sekaligus untuk diversifikasi produk pangan masyarakat," kata dia menegaskan.<br /><br />Sementara itu, Tim Penggerak PKK Kalimantan Barat akan membentuk Desa Model di tiap kabupaten/kota untuk menjadi percontohan pengembangan 10 Program PKK.<br /><br />Kota Pontianak mendapat alokasi 33.600 kantong tanaman dan benih tanaman hortikultura terkait program ketahanan pangan di tingkat masyarakat.<br /><br />"Rencananya akan diserahkan sekaligus saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Pontianak, akhir Mei mendatang," kata Hazairin.<br /><br />Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar, Frederika Cornelis mengatakan, peluang pemanfaatan lahan pekarangan akan menjadi salah satu program unggulan tahun ini.<br /><br />"Ibu-ibu sudah tahu tanaman apa yang dibutuhkan karena mereka kerap berurusan dengan dapur. Daripada beli cabai sampai Rp120 ribu per kilogram, lebih baik menanam sendiri di pekarangan," kata Frederika Cornelis. <strong>(phs/Ant)</strong></p>










