Heboh serangan ulat bulu yang terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia, kini merambah ke Kabupaten Sintang. Serangan tersebut ditemukan warga di Gang Darunnajah Jalan Lintas Melawi Sintang, Minggu (18/04/2011) pagi kemarin. Ulat bulu nyang jumlahnya ribuan ekor tersebut berada di pohon Rengas dan Kandis yang dekat dengan pemukiman warga di daerah itu. <p style="text-align: justify;">Kabar mengenai serangan ulat bulu yang pertama kali terjadi di Bumi Senentang langsung menyebar luas di kalangan warga. Kondisi tersebut langsung menjadi bahan tontonan warga. Meski mengaku takut dan geli, tetap tak menyurutkan warga untuk melihat kejadian tak biasa yang di maksud dari dekat. Ada yang berusaha memotret melalui telepon genggam, ada pula yang berusaha mendekati pohon secara langsung untuk melihat jelas.<br /><br />Hendra Wahyudi (29), warga setempat mengaku kalau kejadian tersebut di ketahuinya pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.<br /><br />“Saya di kasi tau oleh ibu penoreh getah ketika sedang mancing. Dia tanya, pengen lihat ulat bulu yang banyak ndak?. Kalau mau, tengok saja ke pohon besar itu,” kata Henda kepada kalimantan-news menirukan ucapan ibu penoreh getah yang ia sebutkan itu.<br /><br />Ia mengetakan, begitu tau kalau ada banyak ulat bulu di pohon rengas, ibu penoreh gatah langsung bergegas pulang.<br /><br />“Mungkin, ia takut kalau ulat bulu mengenainya sehingga membuatnya gatal-gatal. Saya juga langsung bergegas pulang dan melaporkan kejadian tersebut pada warga yang lain. Saat itu, ulat bulu belum banyak yang naik ke batang pohon, ” sambungnya.<br /><img src="../../data/foto/imagebank/20110418032224_788AAAC.JPG" alt="" width="300" height="327" /> <img src="../../data/foto/imagebank/20110418032313_DEA24EB.JPG" alt="" width="300" height="200" /></p> <p style="text-align: justify;">Ia mengaku terkejut melihat banyaknya populasi ulat bulu di tempat itu. Apalagi, hampir seluruh batang pohon yang panjangnya mencapai tuga meter, penuh dengan ulat bulu. Belum lagi letak pohon yang sangat dekat dengan pemukiman warga.<br /><br />“Perasaan saya baru saja melihat di tevisi mengenai berita wabah ulat bulu di Pulau Jawa. Tahu-tahunya, wabah ulat bulu sekarang sudah menyerang di tempat kita ini,” katanya lagi.<br /><br />Subandi, Kadus Simpang Lima mengatakan bahwa begitu dirinya mendapatkan informasi menganai adanya ulat bulu, ia langsung memastikan apakah kabar tersebut benar atau tidak.<br /><br />“Setelah itu baru kami berusaha menginformasikannya pada Dinas Pertanian. Harapan kami, kondisi tersebut cepat di tangani supaya tak menyebar ke tempat lain. Apalagi, warga mulai resah karena takut ulat bulu menyerang ke rumah mereka,” jelas Subandi.<br /><br />Kepala Bappeluh Kabupaten Sintang Florentinus Anum menilai kalau jenis ulat bulu yang ditemukan di Sintang berbeda dengan di pula Jawa.<br /><br />“Kalau saya amati sedikit berbeda, mulai dari warna dan panjang bulunya. Hewan ini sepertinya tergantung dengan habitat,”jelasnya.<br /><br />Ia menuturkan, untuk mencegah supaya ulat bulu tak berkembang, pihaknya langsung melakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida.<br /><br />“Dalam hal ini kita hanya bisa melakukan upaya pencegahan saja. Sebetulnya masyarakat juga harus bisa mengambil peran, salah satunya dengan menjaga pola hidup sehat dan bersih. Upayakan rumah penduduk tidak lembab dan cukup cahaya mataharinya,” sarannya.<br /><br />Ia menduga kalau peyaberan ulat bulu di Sintang di karenakan kondisi lingkungannya sangat mendukung.<br /><br />“Lihat saja di tempat ini, agak lembab dan kurang cahaya mataharinya. Perkembangan ulat bulu di Sintang di sebabkan karena kondisi lingkungan optimal untuk perkembangan ulat bulu yang di maksud,” jelas Anom. <strong>(phs)</strong></p>











