Kepala kantor perpustakaan dan kearsipan Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel) Drs Yuhani mengatakan bantuan pengembangan perpustakaan bagi sepuluh desa akan direalisasikan tahun ini. <p style="text-align: justify;">Program bantuan stimulan pengembangan perpustakaan desa tersebar dienam kecamatan yakni Banua Lawas, Pugaan, Kelua, Muara Harus, Tanta dan Murung Pudak, katanya di Tanjung, Rabu.<br /><br />"Kita telah mengusulkan ke badan perpustakaan dan kearsipan daerah Kalsel, sepuluh desa yang memenuhi kriteria untuk menerima bantuan pengembangan perpustakaan," jelas Yuhani.<br /><br />Ia merinci sepuluh desa yang memenuhi kriteria masing-masing Desa Habau (Banua Lawas), Desa Pematang (Banua Lawas), Desa Sungai Rukam I (Pugaan), Desa Halangan (Pugaan), Drsa Ampukung (Kelua), Desa Bahungin (Kelua).<br /><br />Selain itu juga ada Desa Tanta Ringin (Muara Harus), Desa Harus (Muara Harus), Desa Walangkir (Tanta) dan Kelurahan Mabuun (Murung Pudak).<br /><br />"Melalui pengembangan perpustakaan desa diharapkan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya di pedesaan sekaligus membuka wawasan yang berdampak dengan perubahan pola pikir lebih maju," tambah Yuhani.<br /><br />Soal jumlah buku dan fasilitas perpustakaan yang akan diberikan, Yuhani belum bisa memastikan karena sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari Badan perpustakaan dan kearsipan daerah provinsi.<br /><br />Terpisah Direktur Yayasan Pusaka, Firman Yusi SP menilai keberadaan fasilitas perpustakaan di sejumlah desa belum dimanfaatkan secara optimal menyusul minimnya sarana bangunan serta minat baca masyarakat desa.<br /><br />"Ada beberapa perpustakaan desa yang bergabung dengan kantor desa dan belum dimanfaatkan secara optimal karena masih rendahnya minat baca masyarakat khususnya di pedesaan," ujar Firman yang juga mengelola rumah belajar Saraba Kawa.<br /><br />Firman juga mengusulkan agar perpustakaan di sekolah-sekolah juga dikembangkan dalam upaya menanamkan budaya membaca sejak dini.<strong> (phs/Ant)</strong></p>











