Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meminta agar perbaikan "runway" Bandara Syamsudin Noor yang dilakukan sejak dua bulan lalu segera dituntaskan sehingga peristiwa penutupan bandara tidak akan terulang lagi. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Angkutan Udara Pemprov Kalsel Ismail Iskandar di Banjarmasin mengatakan, penutupan Bandara Syamsudin Noor selama tiga jam sejak Kamis sore tersebut disebabkan karena perbaikan "runway" yang belum selesai.<br /><br />Menurut dia, pihaknya akan segera mencari tahu tentang penyebab lambatnya penyelesaian perbaikan "runway" yang terkelupas sehingga mengganggu lalu lintas penerbangan di bandara tersebut.<br /><br />"Saya akan tanya sampai dimana pengerjaan ‘runway’ tersebut, karena sudah dikerjakan sejak dua bulan lalu, kenapa belum juga selesai," katanya.<br /><br />Menurut dia, "runway" yang harus diperbaiki tersebut sepanjang 2.250 meter, dan pengerjaannya dilakukan secara bertahap sejak pukul 24:00 Wita hingga 04:00 Wita dini hari.<br /><br />"Mungkin karena keterbatasan waktu tersebut, membuat pembangunan run way agak terlambat, kita akan lakukan pemeriksaan," katanya.<br /><br />Akibat kondisi "runway" yang rusak yaitu aspal mengelupas, PT Angkasa Pura terpaksa menutup bandara selama minimal tiga jam.<br /><br />Dengan demikian, sejak sore hingga petang tidak satupun pesawat kedatangan maupun kepergian yang terbang.<br /><br />Kondisi tersebut menyebabkan ratusan penumpang terlantar,hingga kondisi bandara kembali normal.<br /><br />Menurut Ismail, dari keterangan pihak PT Angkasa Pura, perbaikan run way tersebut dilakukan hingga pukul 19:00 Wita atau selama tiga jam.<br /><br />"Mungkin sekarang sudah terbang," katanya.<br /><br />Manajer Operasional Bandara Syamsudin Noor, Yayan mengatakan, penutupan bandara dilakukan mulai pukul 16.00 Wita hingga pukul 19.00 Wita, menunggu selesainya perbaikan landasan yang bagian aspalnya terkelupas itu.<br /><br />"Aspal landasan pacu yang terkelupas itu dapat membahayakan pesawat, baik saat ‘take off’ maupun ‘landing’, sehingga kami ambil keputusan untuk menutup aktivitas bandara selama tiga jam," ujarnya dihubungi.<br /><br />Ia mengatakan, titik kerusakan berupa pengelupasan aspal berada pada posisi 1.600 meter dari "runway" 10, atau di titik awal keberangkatan. Kerusakan tercatat sepanjang dua meter, lebar satu meter dan berkedalaman sekitat tujuh centimeter.<br /><br />Kerusakan sendiri diketahui setelah petugas kontrol landasan melakukan pengecekan rutin dan menemukan bagian aspal yang terkelupas. Petugas kemudian melaporkan ke menara pengawas dan ditindaklanjuti manajemen bandara.<strong> (phs/Ant)</strong></p>











