Perum Bulog Jambi tidak akan ngotot untuk membeli beras petani, karena harga jual petani di pasaran masih tinggi. <p>Perum Bulog Jambi tidak akan ngotot untuk membeli beras petani, karena harga jual petani di pasaran masih tinggi.<br /><br />Kabid Pelayanan Publik Perum Bulog Jambi Wastono di Jambi, Minggu, mengatakan, di seluruh wilayah provinsi itu harga jual beras petani di pasaran masih tinggi atau mencapai Rp7.000/kg.<br /><br />"Petani akan lebih diuntungkan bila menjual pada pedagang pengumpul, karena tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos angkut dan biaya bongkar muat," katanya.<br /><br />Bulog Jambi untuk 2011 menargetkan akan membeli 5.000 ton beras petani, namun hingga kini belum terealisasi, kendati sebagian daerah lumbung padi seperti kawasan pantai timur dan Kerinci sudah melakukan panen.<br /><br />Kondisi masih tingginya harga beras di pasaran tidak menjadi masalah bagi pihak Bulog sepanjang petani diuntungkan dan masyarakat non petani terjangkau untuk membeli beras.<br /><br />Bagi warga kurang mampu Bulog Jambi sudah menyiapkan atau menjual beras dengan harga Rp1.600/kg, sementara untuk cadangan pangan daerah seperti bencana alam, akan didatangkan dari provinsi tetangga.<br /><br />Dalam keterangan terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jambi, Abu Sucamah mengatakan, sebagaian daerah sentra produksi kini sugah memasuki musim panen pertama.<br /><br />Rata-rata wilayah sentra atau produksi padi di Provinsi Jambi mengalami mulaksanakan musim tanam dan musim apnen dua kali setahun.<br /><br />"Bagi daerah yang tata air atai irigasinya bagus seperti di kabupaten Kerinci musim tanam dan musim panen bisa tiga kali setahun, bahkan daerah paling barat Provinsi jambi itu tidak kenal musim tanam dan musim panen," kata Abu Sucamah. (Eka/Ant)</p>










