Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, membagikan insentif kepada 70 orang Ketua Rukun Tetangga (RT) dan 14 Ketua Rukun Warga (RW), serta enam Mantir Adat di wilayah Kecamatan Sabangau. <p style="text-align: justify;">Penyerahan insentif tersebut dilakukan langsung oleh Camat Sabangau Nurani Mahmudin, di Palangka Raya, Senin, dengan langsung mendatangi tiap-tiap kelurahan yang ada di kawasan setempat.<br /><br />"Besarnya insentif masing-masing Ketua RT/RW sebesar Rp150 ribu per bulan yang dibayar per triwulan. Sehingga untuk triwulan pertama setiap Ketua RT/RW memperoleh insentif sebesar Rp450 ribu. Sedangkan insentif untuk Mantir Adat sebesar Rp290 ribu per bulan dan dibayar per triwulan juga," kata Nurani.<br /><br />Ia mengatakan, di Kecamatan Sabangau terdapat enam kelurahan untuk triwulan pertama Kelurahan Kalampangan total insentif RT/RW sebesar Rp15.700.000, Kelurahan Sabaru Rp7.200.000, Kelurahan Bereng Bengkel Rp3.150.000.<br /><br />Selain itu, Kelurahan Kereng Bangkirai Rp8.550.000, Kelurahan Kameloh Baru Rp2.250.000, dan Kelurahan Danau Tundai Rp1.350.000. Sehingga jumlah total pembayaran adalah Rp38.200.000. Sedangkan total insentif untuk Mantir Adat triwulan pertama mencapai Rp5.220.000.<br /><br />Sementara itu, pihaknya juga meminta kepada Ketua RT/RW serta Mantir Adat agar dapat memanfaatkan insentif tersebut untuk menunjang kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, baik atau buruknya citra pemerintah, khususnya Pemkot Palangka Raya.<br /><br />"RT/RW atau Mantir Adat merupakan ujung tombak pemerintah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat, sehingga apabila pelayanan yang diberikan mereka cukup baik maka nama pemerintah tentu juga akan terjaga," ujarnya.<br /><br />Pihaknya juga akan melakukan pembenahan terhadap perangkat RT/RW. Sebab banyak RT/RW yang mulai tidak aktif karena kesibukan maupun akibat jenuh. Oleh karena itu, diharapkan bagi yang sudah bosan dengan tugas tersebut bisa segera melapor agar segera dicarikan penggantinya.<br /><br />Ia juga menegaskan, agar Ketua RT/RW serta Mantir Adat bisa menggiatkan kembali budaya gotong royong untuk membersihkan lingkungan yang kini sudah mulai jarang dilakukan oleh masyarakat akibat kesibukan masing-masing.<br /><br />"Kami berharap kegiatan kerja bakti di masyarakat dapat terus terjaga, selain untuk kebersihan daerah masing-masing juga berguna untuk mempererat hubungan silaturahim antar masyarakat, dan golongan," tambahnya. <strong>(das/ant)</strong></p>











