Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) HM Sofwat Hadi, meminta anggota atau kader PII Kalimantan Selatan pandai membaca dan memanfaatkan peluang guna meningkatkan kesejahteraan serta bisa mandiri. <p style="text-align: justify;">"Sebagai contoh, peluang yang cukup menjanjikan dan punya harapan, yaitu usaha perkebunan kelapa sawit dan karet," ujarnya dalam acara refleksi Hari Bangkit (Harba) ke-64 Pelajar Islam Indonesia (PII) di Banjarmasin, Selasa malam.<br /><br />Dalam gelar refleksi Harba ke-64 PII yang diselenggarakan pengurus wilayah PII Kalsel tersebut, Sofwat yang mengaku mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, sekilas mengungkapkan prospek hasil perkebunan kelapa sawit, antara lain sebagai pengganti alaternatif bahan bakar dari tambang.<br /><br />"Karena sebagaimana kita ketahui bersama, bahan tambang ketersediaannya mempunyai batas waktu tertentu, sedangkan produksi kelapa sawit bisa berkelanjutanm" lanjut anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan itu.<br /><br />Oleh sebab itu tak heran kalau belakangan banyak pengusaha yang berburu lahan untuk usaha perkebunan kelapa sawit serta benih tanaman komoditi yang bisa menembus pasaran dunia internasional tersebut, ujar mantan Wakil Ketua DPRD Kalsel tersebut.<br /><br />Karenanya pula pensiunan perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia dan mantan Kadispen Polda Jatim itu, mengajak anggota/kader PII turut serta berkebun kelapa sawit, walau kecil-kecilan serta menjalin kemitraan dengan perusahaan perkebunan tersebut.<br /><br />"Sebab untuk Kalsel saat ini mungkin tidak terlalu sulit mencari lahan, kalau cuma sekitar dua atau lima hektare," demikian Sofwat Hadi.<br /><br />Sementara itu, Zainal Abidin Tahmad, anggota Perhimpunan Keluarga Besar (KB) PII Kalsel mengajak, anggota/kader organisasi pelajar Islam tertua dan terbanyak di Indonesia tersebut untuk selalu bangkit.<br /><br />"Walau sudah usia tua atau sudah menjadi KB PII, kita harus tetap bangkit dalam pengertian punya kesadaran dan semangat tinggi menatap masa depan yang lebih baik," ajak juru da’wah keliling itu.<br /><br />Gelar refleksi Harba ke-64 PII yang cukup sederhana itu diharapkan penuh makna melalui tukar pikiran serta mengungkap pengalaman masa lalu, untuk lebih mengembangkan dan membesarkan PII ke depan.<strong> (phs/Ant)</strong></p>










