Air Surut, Warga Manfaatkan Bantaran Sungai Sebagai Tempat Lomba Panjat Pinang

oleh
Peserta panjat pinang ketika berusaha meraih puncak untuk memenangkan perlombaan Panjat Pinang

MELAWI,KN-Pesisir sungai pada musim kemarau saat ini dijadikan lokasi memeriahkan peringatan HUT RI ke 74 bagi sejumlah desa. Seperti yang dilaksanakan warga Desa Kebebu dan Warga Desa Sidomulyo Kecamatan Nanga Pinoh. kedua desa itu memanfaatkan bantaran sungai sebagai lokasi panjat pinang.
Kemeriahan itu dianggap unik sebab jarang sekali warga menggelar lomba panjat pinang dengan posisi pohon pinang yang condong ke sungai. Hal tersebut membuat daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Tanpa terkecuali, banyak warga yang berminat menjadi pesertanya, baik tua maupun muda bahkan anak-anak.
Warga Kebebu menyelenggarakan lomba panjat pinang di bantaran kawasan Sungai Desa Kebebu terlihat seru dan marak melibatkan warga setempat, Sabtu sore (17/8). Terlihat sekali keseruan dan keunikan lomba panjat pinang di Desa Kebebu tersebut, pohon pinang ditanam persis ditepian aliran bantaran sungai. Pohon piang yang sudah disiram dengan oli dan sedikit cerbi tersebut tentu membuat licin, sehingga peserta yang tak berhasil akan lansung jatuh tercebur ke sungai.
Warga Desa Kebebu, Yusli mengatakan, biasanya memeriahkan HUT RI setiap tahunnya selalu mengadakan berbagai lomba, diantaranya lomba panjat pinang digelar di lapangan terbuka, namun karena peringatan HUT RI tahun ini bertepatan dengan musim kemarau, lomba diselenggarakan di bantaran sungai agar telihat lebih lucu dan unik.
Dia menuturkan semangat juang dari warga Kebebu melalui gelar lomba ini bertujuan untuk mengingat kembali jasa-jasa pahlawan merebut tanah air dari penjajah. “Harapannya bisa menggugah kembali semangat kita. Selain itu kita juga ingin antar sesama warga bisa saling akrab dan silaturahmi. Dengan lomba nantinya diharapkan mampu merefresh kembali, biar lebih semangat untuk memajukan Desa Kebebu,” imbuhnya.
Begitu pula dengan yang dilaksanakan warga Sidomulyo, mereka melaksanakan panjat pinang di bantaranb sungai tepatnya di bawah jembatan Sungai Pinoh I, Minggu sore (18/8). Suasana riuh pun sontak mengundang rasa penasaran pengendara yang melintas di atas Jembatan tersebut untuk melihat secara lansung apa gerangan yang terjadi.
“Lomba panjat pinang kali ini pun terlihat beda, sebab dikemas lain daripada yang biasa dilombakan di halaman atau lapangan terbuka. Terlihat seru dan unik, batang pinang ditanam persis ditepian aliran bantaran sungai. Menariknya, siapapun peserta lomba yang terpeleset atau jatuh dari pohon pinang yang sudah berlumur oli itu akan tercebur ke sungai. Para peserta pun terlihat antusias dan bahu-membahu memanjat batang pinang setinggi sekitar delapan meter itu, meski harus berlumur oli,” ungkap seorang paniti kegiatan lomba, Jujum.
Ia mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI yang sudah menjadi tradisi setiap tahun digelar “Total ada tiga batang pinang yang disiapkan oleh panitia untuk para peserta lomba bergrup meliputi dewasa dan anak-anak. Selain itu ada juga lomba tarik tambang, pukul bantal di sungai dan lomba-lomba yang lain,” katanya.
Sementara, seorang warga Kota Nanga Pinoh, Lely Suryani (24) mengaku terhibur dengan adanya berbagai perlombaan tersebut, “Tentu sangat terhibur. Soalnya jarang ada panjat pinang di sungai. Biasanya kan di darat atau dilapangan,” pungkasnya. (ed/KN)