Akan Diberlakukan New Normal, Posko Perbatasan Ditutup

oleh

Melawi (kalimantan-news.com) Seiring akan diberlakukannya New Normal, Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi melakukan penutupan pos komando terpadu gugus tugas Covid-19 Melawi yang berada di perbatasan antara Melawi-Sintang. Penutupan tersebut dilakukan dengan apel bersama.

Bupati Melawi, Panji, sangat mengapresiasi jajaran yang tergabung dalam gugus tugas, seperti Tenaga Kesehatan, TNI, POLRI, POL PP, Dishub, BPBD serta yang lainnya, yang sudah menjaga Posko perbatasan demi kesehatan, kenyamanan dan keamanan masyarakat Melawi, tim gabungan inilah yang selama ini sering membantu pemerintah daerah dalam penanganan masyarakat yang terdampak virus Corona atau Covid-19.

“Saya selaku pribadi dan kepala daerah mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan yang selama ini membantu pemkab Melawi mulai dari pencegahan, penanganan sampai penindakan terhadap pandemi Covid-19,” ucapnya.

Selain itu, Pria nomor satu di Melawi ini juga menyampaikan terima kasih kepada pihak TNI dan Polri Melawi. Yang mana selama ini memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah ini yang terdampak Covid-19 berupa sembako. Hal itu tentunya sangat membantu, meskipun pemerintah juga menyiapkan paket sembako untuk warga. Tidak hanya itu TNI-Polres Melawi juga beberapa kali menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD), kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Melawi Hal itu sebagai langkah membantu persediaan tim medis yang menangani kasus Covid-19.

“Tentu apa yang dilakukan oleh TNI-Polres Melawi ini sangat membantu kami, dan kami sangat berterimakasih atas hal tersebut,” kata Panji.

Sementara itu, Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi, yang didampingi oleh PJU Polres Melawi dan Kapolsek Belimbing selaku Kaposko Terpadu Covid-19 Perbatasan Melawi – Sintang menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dedikasi para personel yang terlibat serta pihak-pihak yang ikut membantu selama posko tersebut disiagakan terhitung 1 April 2020.

“Saya sangat berterima kasih kapada seluruh personil dan tim penanganan covid-19 yang terlibat membantu selama posko ini berdiri,” ucapnya.

Kapolres Melawi juga berharap bahwa meskipun Posko tersebut ditutup, kegiatan-kegiatan dalam rangka pencegahan Covid-19 di Kabupaten Melawi harus tetap berjalan dengan mengedepankan edukasi atau sosialisasi guna mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat agar tak tertulas Covid-19.

Terpisah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Melawi, Nurbetty Eka Mulyastri Panji mengatakan, Melihat wabah Covid-19 yang tanpa kepastian ini kapan berakhir, maka pemerintah mencoba kebijakan new normal yaitu membuka aktivitas ekonomi sosial secara terbatas dengan protokol kesehatan.

“Tatanan baru itu harus bebasis dari apa yang selama ini mulai kita rintis. Kita akan hidup dengan suasana baru, kedepankan pola hidup bersih dan sehat. Terbiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terbiasa menggunakan masker saat keluar rumah, terbiasa menghindari kerumunan orang yang sangat banyak, terbiasa lebih banyak tinggal di rumah untuk hal-hal yang tidak perlu dilakukan di luar rumah, dan terbiasa menjaga diri, keluarga serta lingkungan agar tetap sehat,” katanya.

Wanita yang akrab dengan sapaan Astri itu mengatakan, saatnya masyarakat untuk siap hidup dengan suasana baru di tengah wabah Covid-19 yang belum berakhir yang harus dilakukan masyarakat tidak keluar rumah jika tidak penting, tetap pakai masker, cuci tangan, jaga jarak jangan menyebarkan energi negatif yang menimbulkan kecemasan publik, guna membantu memutus mata rantai penularan Covid-19. Serta membantu peran petugas medis yang semakin berat.

Pihaknya mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) baik di lingkungan keluarga maupun di sekitar tempat tinggal agar dapat mencegah penyebaran COVID-19.
Untuk masyarakat yang mempunyai balita persiapkan mental anak anak kita dengan melatih perilaku hidup bersih dan sehat terus menerus. (Irawan)