Akibat Kabut Asap, Banyak Warga Menderita ISPA dan Pneumonia

oleh

Melawi (Kalimantan-News) – Persoalan kabut asap akibat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) belakangan ini menjadi persoalan di Indonesia, tidak terkecuali di Melawi. Bukan saja karena membuat efek jarang pandang terganggu, namun juga memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, sehingga Pemerintah pun mengambil kebijakan dengan meliburkan anak sekolah. Berkaitan dengan kesehatan karena dampak kabut asap, di Melawi cukup banyak yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Pneumonia.
Kepala Bidang P2P Dinkes Melawi, Hj Endang Susilawati mengatakan, berdasarkan data yang dinput Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, jumlah perkiraan Pneumonia balita berjumlah 643 di seluruh kecamatan.
Pneumonia diatas 1 tahun sebanyak 2 orang, antara usia 1-5btahun ke atas sebanyak 6 orang. Sementara batuk bukan pneumonia sebanyak 87. Sementara jumlah balita batuk yang dihitung napas ada sebanyak 27. Kemudian ISPA bukan pneumonia ada sebanyak 133 orang.
“Jumlah tersebut terinput sejak Januari hingga Agustus 2019. Penderita ISPA yang sudah masuk menjadi penderita pneumonia tersebut merupakan salah satu bagian dampak dari udara yang tidak sehat dihirup karena kabut asap. Sehingga masyarakat mesti berhati-hati,” paparnya.
Endang mengatakan, kondisi udara saat ini sedang sangat tidak sehat. Terlebih bagi anak-anak, sehingga mesti diwaspadai. Selalu menjaga kesehatan diri dengan sering-sering minum air putih. Tidak jajan di sembarang tempat, terlebih di daerah-daerah terbuka tepi jalan, carilah makanan yang terbungkus dan bersih.
“Kemudian jangan keluar rumah kalau tidak penting. Siapkan alat pelindung diri jika keluaran rumah. Seperti menggunakan masker, banyak minum air putih walaupun tidak haus. Kemudian makanlah, makanan bergizi seperti banyak makan sayur-sayuran dan buah-bahan,” ajaknya.
Terpapar pada tingkat polusi yang tinggi, mungkin tubuh akan mengalami gejala langsung. Gejalanya termasuk iritasi di saluran pernafasan, sesak napas dan batuk. Disarankan menghindari aktivitas luar ruangan hingga kualitas udara membaik atau gunakan masker tipe N95. Musim kemarau seperti sekarang ini, orang tua harus lebih waspada dengan penyebaran penyakit ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut. Gejala-gejala umum ISPA yang seringkali diabaikan seperti batuk, pilek, dan demam. “Debu-debu yang berterbangan di udara yang kita hirup berpotensi mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan, sehingga kita berisiko mengalami ISPA,” ujarnya.
Penyakit ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas mulai dari hibung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Namun jika ISPA yang berkelanjutan akan menjadi Pneumonia. Pnemonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru. (ed/KN)