Aloysius: Besok Posko Perbatasan Harus Jadi, 8 Orang Berstatus OTG Covid-19

oleh

SEKADAU, KN – Dalam rangka untuk menindaklanjuti hasil Rapid Test yang dilakukan oleh Dinkes Sekadau terhadap 22 orang ODP, ditemukan 8 orang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) karena menunjukan gejala reaktif Covid-19, Pemkab Sekadau melaksanakan rapat terbuka Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 di aula lantai dua kantor Bupati Sekadau Rabu, (08/04/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sekadau H. Zakaria Umar ketua pelaksana harian yang memimpin acara rapat mengatakan, dapat Gugus Tugas ini dilakukan dalam rangka percepatan penanganan dampak Corona Virus corona di Kabupaten Sekadau. 

Selain itu, juga terkait protokol pengawasan perbatasan yakni Posko Covid-19 di perbatasan Sekadau-Sanggau dan Sekadau-sintang. 

Arahan Wakil Bupati Sekadau, Aloysius yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 meminta agar pada besok Kamis (09/04/2020) Posko perbatasan harus jadi.

Hal tersebut sesuai dengan perintah dari pemerintah pusat dan Gubernur Kalimantan Barat agar semua kepala daerah diminta untuk segera bertindak cepat dalam penanganan Covid-19. 

“Instruksi Gubernur Kalbar, semua orang dalam pemantauan (ODP) harus dilakukan rapid test termasuk Penjabat dan Kepala daerah. Tidak perlu khawatir, karna yang reaktif belum tentu positif,” kata Aloy saat memberikan arahan.

Ia juga meminta ODP supaya melakukan isolasi mandiri dirumah dan jangan berkeliaran. Termasuk ODP khusus, supaya isolasi selama 14 hari bisa berhasil. 

Apabila ODP diisolasi secara ketat, Gugus Tugas Covid-19 harus tau apa yang akan dilakukan terhadap orang tersebut, apa kebutuhannya. Tentu berkaitan dengan suplay makanan dan minuman 

“Mohon kepada warga supaya memberikan informasi apabila mendengar kabar warga atau keluarga yang baru saja datang dari luar daerah masuk di Kabupaten Sekadau,” pintanya Aloy.

Sementara itu, Plt. Kadinkes PP dan KB Sekadau, Henry Alpius mengatakan OTG tersebut kebanyakan berasal dari orang yang sudah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit.

Adapun 8 orang tersebut berasal dari Desa Sungai Ringin 1, Desa Sungai Ayak 4 orang, Desa Seraras 1 orang dan Desa Mungguk 2 orang.

“Untuk 8 orang ini akan kita isolasi ketat dirumah masing-masing,” tegas Henry.

Lanjut Henry, melihat kondisi yang ada potensi penyebaran Covid-19 cukup besar akibat dari ketidakpatuhan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang melibatkan orang banyak dan bepergian kewilayah terjangkit.

Selain itu pihaknya sedang merawat 1 orang diruangan isolasi Rumah Sakit Sekadau. Yang bersangkutan belum mengarah pada status PDP karena menunggu hasil dari penanganan lebih lanjut oleh dokter yang menangani.

Penulis: Meliamus Acil