Anak Usia Produktif Banyak Putus Sekolah

oleh

Keinginan untuk membangun kawasan perbatasan yang merupakan `Beranda Depan NKRI`, sepertinya hanya sekedar angin surga. Buktinya, pembangunan di kawasan perbatasan sampai saat ini masih saja jauh tertinggal dalam berbagai sektor. <p style="text-align: justify;">“Meski ada sejumlah proyek pemerintah yang masuk, pembangunan di daerah kami masih belum optimal. Khusunya di bidang infrastruktur dasar seperti jalan, pendidikan dan kesehatan,” keluh Tinson, Kepala Desa Nanga Sebawang kecamatan Ketungau Hulu di dampingi Ketua BPD Willy, saat berada di Sintang akhir pekan lalu.<br /><br />Ia mengatakan, untuk menyambangi daerahnya, harus melawati medan yang berat. Karena, jalan yang di lewati adalah jalan swadaya.<br /><br />“Jalan yang ada, cukup sulit di lewati meski dengan sepeda motor sekalipun. Saat ini, terhitung 4 desa yang cukup terislolir karena jalan rusak yakni desa Kami sendiri, Suak Medang, Sekaih dan Empura,” tuturnya.<br /><br />Selain pembangunan infrastuktur jalan, kata Tinsun, warga desa juga berharap pembangunan di Bidang Pendidikan. Mengingat, di daerahnya belum memiliki sekolah Menangah Pertama (SMP).<br /><br />“SMP terdekat ada di empura yang berada sekitar 20 kilometer. Makanya, banyak warga desa kami yang putus sekolah. Apalagi, tidak semua warga perbatasan mempunyai sepeda motor untuk pergi menempuh pendidikan ke Empura yang jaraknya cukup jauh,” katanya.<br /><br />Perhatian pada bidang kesehatan juga sangat di harapkan oleh waga Nanga Sebawang. Karena, sama dengan menempuh pendidikan, untuk mendapatkan layanan kesehatan warga juga biasnya harus pergi ke desa Empura.<br /><br />“Dulu, tenaga bidan memang ada, namun saat ini sedang kosong,” ungkapnya.<br /><br />Terkait kondisi tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Mardianyah meminta pemerintah memberikan perhatian serius pada pembangunan perbatasan.<br /><br />“Harus ada upaya nyata membangun perbatasan, jangan hanya menjual perbatasan untuk mendapatkan anggaran saja,” pintanya.<br /><br />Ia menuturkan, fakta kalau pembangunan di perbatasan masih sangat minim, bisa di katakan kalau masyarakat perbatasan belum merdeka.<br /><br />“Dalam pembangunan, mereka belum merdeka. Karena, mereka masih menikmati pembangunan yang minim tanpa perhatian serius dari pemerintah pusat, provinsi dan juga pemerintah daerah,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>