Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) bersama komponen masyarakat lainnya menyatakan siap menjaga kebhinekaan bangsa. <p style="text-align: justify;">Demikian pernyataan tokoh-tokoh yang tergabung dalam ANBTI saat bertemu pimpinan MPR di Gedung MPR/DPR/DPD RI di Senayan Jakarta, Kamis (06/01/2011). <br /><br />Delegasi ANBTI diterima Ketua MPR RI Taufiq Kiemas didampingi Wakil Ketua MPR, Melani Leimena Suharli, Hajriyanto Y Thohari dan Lukman Hakim Saifuddin serta jajaran pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI. <br /><br />Delegasi ANBTI terdiri dari GKR Hemas, KH Maman Imanulhaq, Hermandari Kartowisastro, Pdt Emmy Sahertian, Pdt Phill Karel Erary semuanya dari Majelis Nasional ANBTI serta beberapa pengurus pusat ANBTI. <br /><br />Pimpinan delegasi, KH Maman Imanulhaq dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa maksud kedatangan ANBTI kali ini adalah untuk tetap menjaga silaturahmi dengan para pimpinan MPR. <br /><br />"Kami sebagai rakyat bangsa ingin mengingatkan pada rakyat bahwa Indonesia itu terdiri dari keberagaman yang saling memperkuat satu sama lain. <br /><br />Maman menambahkan bahwa ANBTI sebagai elemen masyarakat yang pluralis, ingin. bersama-sama MPR menyegarkan ingatan masyarakat akan kuatnya perstauan Indonesia dalam keberagaman. <br /><br />Keberagaman di Indonesia adalah kekayaan bangsa. Untuk itu harus dijaga dan sekaligus diimplementasikan kepada diri kita sendiri dan kepada seluruh rakyat Indonesia. <br /><br />"Kami melihat MPR sebagai lembaga negara, begitu seriusnya dalam. menyosialisasikan 4 Pilar berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," katanya. <br /><br />Pihaknya ingin ikut bermitra dengan MPR untuk mewujudkan niat MPR agar 4 pilar terutama Bhinneka Tunggal Ika dapat terimplementasi dengan baik di seluruh wilayah Indonesia. <br /><br />Gusti Kanjeng Ratu Hemas dalam kesempatan itu mengatakan bahwa soal kebhinnekaan memang sesuatu yang sangat penting dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. <br /><br />Menanggapi hal ini, Ketua MPR Taufiq Kiemas menyatakan bahwa masalah-masalah wawasan kebhinnekaan dan wawasan nusantara ini adalah memang sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan, terutama soal-soal yang sekarang sedang hangat yaitu soal keistimewaan Yogya, Papua, dan masalah kelautan. <br /><br />MPR menyambut baik perhatian berbagai pihak mengenai pentingnya sosialisasi 4 Pilar. <br /><br />"Kalau soal ajakan kemitraan untuk melakukan sosialisasi 4 pilar, kami sangat menyambut baik. Silahkan saja semua elemen bangsa bersatu padu memasyarakatkan empat pilar, kalau semuanya bersatu kan hasilnya akan lebih baik," katanya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>


















