Home / Tak Berkategori

Anggaran Pengerukan Laut Maloy Sekitar Rp1,1 Triliun

- Jurnalis

Kamis, 20 Januari 2011 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perhubungan Kalimantan Timur mengatakan pengerukan pendangkalan laut sekitar Maloy dibutuhkan biaya sekitar Rp1,1 triliun. <p style="text-align: justify;">Bidang Perhubungan dan Kelautan Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Fadli, di Sangatta bersama rombongan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Timur, Kamis menyatakan realisasi pembangunan pelabuhan Maloy membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang cukup panjang karena laut di sekitar Sangkulirang mengalami pendangkalan yang cukup serius.. <br /><br />"Berdasarkan hasil konsultan asal Jerman mengenai kawasan Maloy yang direncanakan lahan seluas 4.305 hektare, pada titik tertentu yang strategis ternyata terjadi pendangkalan," ujarnya. <br /><br />Sedangkan pengerukan pendangkalan laut sekitar Maloy dibutuhkan biaya sekitar Rp1,1 triliun. "Itu baru biaya pengerukan, belum termasuk biaya pembangunan fisik dan biaya lainnya," katanya lagi. <br /><br />Pendangkalan di sekitar laut Maloy terjadi karena adanya pertemuan dua arus air laut yang membawa material sehingga terjadi sendimentasi (penumpukan). <br /><br />"Hal itu akan mengakibatkan dasar laut bertambah dangkal, sehingga perlu dilakukan pengerukan secara rutin. Agar kapal-kapal berkapasitas 5.000 DWT (tonase bobot mati) ke atas bisa melintas di kawasan Maloy," ujar Fadli. <br /><br />Menurut dia, jika tidak dilakukan perawatan rutin, semua jenis kapal berbobot di atas 5.000 DWT, tidak bisa melintas. Berdasarkan pertimbangan itulah, maka kawasan Maloy yang menjadi rencana awal mengalami perubahan letak lokasi. <br /><br />"Karena di sana dinilai tidak ekonomis bila pembangunan pelabuhan tetap dilaksanakan. karena itu, pihak terkait sepakat agar lokasi sebaiknya digeser ke Teluk Golok," katanya. <br /><br />Dia mengatakan, Teluk Golok itu memiliki potensi dibangunnya pelabuhan besar, karena memiliki kedalaman laut yang memungkin kapal berkapasitas 7.000 DWT bisa berlabuh. <br /><br />"Pembangunan KIPI Maloy di lokasi awal, memerlukan waktu yang sangat panjang. Bisa butuh waktu sekitar 30 hingga 40 tahun kedepan baru bisa terwujud," katanya. <br /><br />Luas lahan di Maloy mencapai 4.305 hektare, sedangkan di Teluk Golok seluas 1.000 hektare. Jarak antara Maloy dengan Teluk Golok sekira 12,3 kilometer. Di antaranya dua lokasi itu sudah ada perkebunan kelapa sawit beroperasi di sana. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen
Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal
Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang
Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai
Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau
 Anastasia Minta Masyarakat Sintang Harus Melek Teknologi
Anastasia Dorong Tenaga Pendidik di Sintang Kuasai Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pansus III DPRD Kaltara Kebut Pembahasan Dua Ranperda Strategis, Fokus SDA Kayan dan Pemberdayaan Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 16:07 WIB

Pansus IV DPRD Kaltara Kebut Ranperda Literasi, Konsultasi ke Pusat Perbukuan Kemendikdasmen

Minggu, 12 April 2026 - 15:07 WIB

Ciwanadri Tolak Dana Hibah Pemkab Melawi 2026, Pilih Perkuat Internal

Sabtu, 11 April 2026 - 14:24 WIB

Markus Jembari Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Daerah Sintang

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Rudy Andryas Minta Pemerintah Perhatikan Pengembangan Transportasi Umum, Khususnya Jalur Sungai

Sabtu, 11 April 2026 - 14:14 WIB

Rudy Andryas Soroti Pentingnya Transportasi Sungai bagi Aktivitas Masyarakat di Serawai dan Ambalau

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play