Anggaran Peningkatan Jalan Lintas Sumatera Rp 70 Miliar

oleh

Anggaran peningkatan badan jalan lintas Sumatra bagian tengah di wilayah Sijunjung-Dharmasraya hingga ke perbatasan Sumatra Barat-Jambi sekitar Rp70 miliar, bersumber dari APBN 2011, kata pejabat berwenang. <p>Anggaran peningkatan badan jalan lintas Sumatra bagian tengah di wilayah Sijunjung-Dharmasraya hingga ke perbatasan Sumatra Barat-Jambi sekitar Rp70 miliar, bersumber dari APBN 2011, kata pejabat berwenang.<br /><br />"Proses untuk peningkatan jalan lintas Sumatra di wilayah Sijunjung-Dharmasraya sudah dilaksanakan penandatangan kontrak bagi rekanan pemenang tender," kata Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim Sumbar, Suprapto di Padang, Sabtu.<br /><br />Ia menjelaskan, proses penandatangan dimulainya pengerjaan oleh pemenang tender telah berlangsung pada Kamis (24/3) dan pekan depan sudah mulai memobilisasi alat berat.<br /><br />Jadi, diperkirakan pada pertengahan April 2011 sudah bisa dimulai peningkatan jalan lintas Sumatra tersebut, tentu diminta pada masyarakat pengguna jalan bisa memaklumi bila agak terganggu sedikit salama dalam perjalanan, katanya.<br /><br />Kondisi badan jalan lintas nasional Sumatra bagian tengah di Sijunjung-Dharmasraya kian memprihatinkan karena sudah banyak lubang di badan jalan, sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintasi.<br /><br />Titik jalan yang kondisi parah itu, di antaranya di kawasan Nagari Palangki, Tanjung Gadang, Sijunjung dan beberapa titik terdapat juga di kawasan Gunung Medan, Dharmasraya.<br /><br />Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan perlu dibentuk tim gabungan untuk menekan kerusakan Jalan Lintas Sumatera bagian Tengah (Jalinsum) di kawasan Sijunjung – Dharmasraya hingga perbatasan Provinsi Jambi.<br /><br />"Kita sudah merancang pembentukan tim gabungan dalam menekan kerusakan jalan negara yang membela Sijunjung dan Dharmasraya. Saya akan koordinasikan dengan gubernur Jambi," katanya.<br /><br />Gubernur mengatakan, buruknya kondisi kerusakan badan jalan lintas Sumatra bagian tengah itu, karena truk pengakut batu bara bertonase lebih kapasitas.<br /><br />Terkait produksi batu bara yang diangkut melalui Dharmasraya dan Sijunjung, didominasi dari Provinsi Jambi, termasuk truk-truk pengakut minyak mentah kelapa sawit di sentra daerah itu.<br /><br />Justru itu, kata gubernur, penting dibuat pengaturan melalui kerja sama melibatkan berbagai instansi, serta berkoordinasi dengan intansi provinsi tentangga.<br /><br />Jika tidak, berapa pun besar anggaran untuk peningkatan jalan nasional itu, hanya akan mampu bertahan untuk tiga bulan dan kemudian kembali rusak.<br /><br />"Makanya pembentukan tim gabungan itu, didukung dengan aturan tentang pembatasan tonase dan bisa saja ada kesepakatan dengan pengusaha untuk mendukung perbaikan infrastruktur," katanya.</p>