Home / Tak Berkategori

Anggota DPRD: Peternakan Unggas Perlu Regulasi

- Jurnalis

Jumat, 15 April 2011 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan perlu membuat regulasi tentang usaha peternakan unggas seperti ayam, kata anggota DPRD Kalimantan Selatan dari Komisi I bidang hukum dan pemerintahan Soegeng Soesanto, Jumat. <p style="text-align: justify;">Pendapat wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut dikemukakan sehubungan dengan perkembangan peternakan ayam potong di Kalimantan Selatan belakangan ini, terutama peternak lokal/daerah setempat yang terancam gulung tikar.<br /><br />Persoalannya, menurut dia, selain ketidakseimbangan antara biaya produksi dengan harga jual, arus investasi usaha peternakan ayam potong/pedaging dari luar Kalsel cukup deras sehingga dapat mengalahkan peternak lokal atau peternakan rakyat setempat.<br /><br />Sebagai contoh, biaya produksi ternak unggas berupa ayam potong sekitar Rp12.500/kg, sementara harga jual di kadang saat ini hanya sekitar Rp7.500/kg, katanya.<br /><br />Contoh lain, pengusaha ternak unggas di Kalsel belakangan ini mencapai puluhan, padahal beberapa tahun sebelumnya hanya ada belasan. Dari jumlah tersebut sebagian besar berasal dari luar daerah.<br /><br />Menurut mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Peternak Unggas Kalsel itu, tanpa regulasi yang jelas, usaha peternakan rakyat atau peternak lokal tidak bisa tumbuh dan berkembang karena mereka hanya selayaknya kuli.<br /><br />Oleh sebab itu, selain regulasi, juga diperlukan peningkatan pembinaan agar peternak unggas lokal Kalsel bisa semakin eksis serta maju dan berkembang.<br /><br />Ia mengungkapkan, berdasarkan perkiraan, kebutuhan ayam potong untuk masyarakat Kalsel yang kini berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa tiap hari tidak kurang dari 70.000 ekor atau 140.000 kilogram dengan asumsi per ekor sama dengan dua kilogram.<br /><br />"Jadi kalau dihitung berapa uang yang beredar di Kalsel, khususnya dari pengusahaan ternak unggas/ayam, hal itu baik langsung maupun tidak langsung akan memberi dampak terhadap perekonomian Kalsel, terutama ekonomi kerakyatan," demikian Soegeng. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan
Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu
Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal
Training ESQ Leadership Hari Kedua, Pemkab Barito Utara Perkuat 7 Budi Utama dan Tata Kelola Akuntabel
Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:23 WIB

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:40 WIB

Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:33 WIB

Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal

Berita Terbaru

Sekadau

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Jan 2026 - 17:28 WIB