TNI identik dengan menjaga keamanan negara. Namun tidak banyak yang seperti Kapten Inf Akusnius. Ditengah menjalankan tugas utamanya, dia menyempatkan diri untuk berkebun dan membuat tambak ikan. Dengan hasil maksimal, membuat Bupati Sintang dan Dandim 1205/Sintang tertarik untuk melihat secara langsung. <p style="text-align: justify;">Tanah seluas enam hektar yang terletak di Dusun Nenak, Desa Sungai Ukoi, tepatnya di Kilometer enam itu kini dipenuhi karet unggul. Semua dalam kondisi sehat dan terawat. Ditengah-tengah kebun terdapat dua kolam besar masing-masing berukuran satu hektar, yang didalamnya diisi berbagai macam ikan air tawar seperti Bawal dan Nila, dengan ukuran yang siap panen. <br /><br />Bupati Sintang, Milton Crosby, beserta muspida, didampingi Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf Henry Batara, meninjau langsung kebun tersebut. Rasa bangga diungkapkan Milton ketika masuk ke lokasi perkebunan. Sebab tak hanya karet yang tumbuh subur, namun Milton juga melihat kolam ikan dan kandang yang didalamnya diternak Babi.<br /><br />“Ini yang saya harapkan dari setiap warga saya, untuk memanfaatkan lahan yang ada,” ungkap Milton sambil tersenyum bangga.<br /><br />Milton berharap, semua warga Sintang dapat mencontoh apa yang dilakukan Akusnius. Sebab ditengah kesibukan dalam melakukan kewajibannya sebagai abdi Negara, Akusnius menyempatkan diri untuk berkebun dan beternak.<br /><br />“Saya sangat merespon apa yang dilakukan Akusnius, sebab mempunyai inisiatif yang tidak semua abdi Negara dapat melakukannya. Padahal hal ini sangatlah penting, dan saya harap merupakan contoh kepada masyarakat, meskipun anggota TNI tetapi bisa berkebun dan mengembangkannya ke peternakan,” jelas Milton.<br /><br />Kapten Inf Akusnius, pemilik kebun menjelaskan, dirinya membangun perkebunan karet dikarenakan penyaluran hobinya. Meskipun dirinya sibuk bekerja di Kodim 1205/Sintang, namun dia menyempatkan diri untuk bertanam.<br /><br />“Memang hobi saya adalah bertanam. Oleh sebab itu, tanah ini sejak 2007 saya manfaatkan untuk menanam karet. Meskipun saat itu harga karet tidak seperti saat ini. Tetapi dari pada tidak dimanfaatkan dan memang merupakan hoby saya, akhirnya saya garap ,menjadi kebun karet,” kata Akusnius.<br /><br />Untuk merawat Kebunnya, lanjut dia, waktu luang dimanfaatkannya secara maksimal, terutama hari libur. Setelah menanam karet, Akusnius melanjutkan, dirinya berinisiatif untuk membuat kolam ikan dan peternakan. Hal tersebut berawal dari melihat areal perkebunannya yang masih terdapat tanah kosong. Oleh sebab itu, pada 2010 dia mulai membuat dua kolam ikan berukuran satu hektar dan kandang untuk beternak Babi.<br /><br />“Hasilnya sangat memuaskan, Ikan sudah siap panen, meskipun saat ini belum saya jual karena harga masih tidak cocok. Sedangkan Babi sudah belasan ekor, dan kedepannya akan terus saya kembangkan, karena sangat bermanfaat bagi diri saya sendiri,” tukas dia. <strong>(*)</strong></p>











