Home / Tak Berkategori

Antisipasi Iklim, Kementan Keluarkan 10 Varietas Padi

- Jurnalis

Selasa, 8 Maret 2011 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Litbangtan) menghasilkan 10 varietas padi baru sebagai upaya antisipasi dampak perubahan iklim terhadap produksi tpangan <p style="text-align: justify;">Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Litbangtan) menghasilkan 10 varietas padi baru sebagai upaya antisipasi dampak perubahan iklim terhadap produksi tpangan. <br /><br />Kepada Badan Litbangtan, Haryono di Jakarta, Selasa mengatakan, perubahan iklim yang terjadi saat ini mengakibatkan cuaca ekstrem baik kering maupun hujan yang sulit diprediksi selain itu memunculkan serangan hama. <br /><br />"Oleh karena itu diperlukan benih padi yang tahan terhadap kekeringan, tahan genanangan maupun serangan hama wereng. Pada 2010 Litbang telah menghasilkan 10 varietas untuk antisipasi fenomena tersebut," katanya. <br /><br />Menurut dia, meskipun fenomena perubahan iklim baru dirasakan belakangan ini namun ke 10 varietas padi baru tersebut merupakan hasil penelitian selama enam hingga tujuh tahun. <br /><br />Beberapa varietas padi baru yang dihasilkan Badan Litbang untuk mengantisipasi perubahan iklim tersebut antara lain Inpara yang toleran terhadap rendaman, Inpago yang tahan kekeringan dan Inpari yang tahan terhadap serangan hama tanaman. <br /><br />Pada kesempatan itu Haryono mengatakan, dalam lima tahun terakhir Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan 31 varietas padi unggul baru. <br /><br />Hingga saat ini lembaga penelitian di bawah Kementerian Pertanian itu telah menghasilkan lebih dari 200 varietas padi unggul. <br /><br />Selain menghasilkan varietas padi jenis baru, menurut dia, Badan Litbang juga memperkenalkan kalender tanam yang baru untuk mengantisipasi perubahan iklim tersebut. <br /><br />Kalender tanam tersebut memuat antara lain informasi varietas padi yang sesuai untuk setiap wilayah hingga tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, rekomendasi pupuk sertan masa pertanaman. <br /><br />"Kalander Tanam yang ada selama ini memang harus diubah karena perubahan (cuaca) yang dinamis," katanya. <br /><br />Menurut dia, kalander tanam yang baru tersebut memuat 220 zona musim sebagaimana kebijakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang tersebar di 18 provinsi atau 198 kabupaten. (Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Dinas PUPR Barito Utara Umumkan Proyek Pembangunan
100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Barito Utara
Jalin Silaturahmi, Gubernur Pimpin Laga Persahabatan Bulungan Legend vs Sumbawa Legend
Gubernur Resmikan Asrama Mahasiswa Kaltara di Sumbawa
Staf Ahli Bupati Sintang Hadiri Wisuda II STT Misi Injili Indonesia
Bupati Malinau Resmikan Gedung Baru DPUPR Perkim
Bupati Sintang Buka Turnamen Sepakbola Garuda Championship 2026, Diikuti 17 Tim
Wartawan Barito Utara Bentuk Perkumpulan Pewarta sebagai Wadah Profesionalisme dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 13:09 WIB

Dinas PUPR Barito Utara Umumkan Proyek Pembangunan

Senin, 19 Januari 2026 - 11:40 WIB

100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Barito Utara

Senin, 19 Januari 2026 - 11:26 WIB

Jalin Silaturahmi, Gubernur Pimpin Laga Persahabatan Bulungan Legend vs Sumbawa Legend

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:52 WIB

Gubernur Resmikan Asrama Mahasiswa Kaltara di Sumbawa

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:45 WIB

Staf Ahli Bupati Sintang Hadiri Wisuda II STT Misi Injili Indonesia

Berita Terbaru

Kalimantan

Dinas PUPR Barito Utara Umumkan Proyek Pembangunan

Senin, 19 Jan 2026 - 13:09 WIB

Kalimantan

100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Barito Utara

Senin, 19 Jan 2026 - 11:40 WIB

Kalimantan

Gubernur Resmikan Asrama Mahasiswa Kaltara di Sumbawa

Minggu, 18 Jan 2026 - 21:52 WIB