Home / Tak Berkategori

Bangun Perbatasan Melalui MP3-EI

- Jurnalis

Minggu, 24 April 2011 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persoalan pembangunan perbatasan bukan hanya menjadi masalah pemerintah daerah, namun juga pemerintah pusat. Pasalnya, untuk membangun kawasan tapal batas membutuhkan dana besar. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan oleh Bupati Sanggau Ir H Setiman H Sudin belum lama ini. Menurutnya, ssaat ini pemerintah pusat telah merancang MP3-EI (Masterplan Perencanaan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia) yang di dalamnya nanti membutuhkan peran aktif kalangan usaha sebagai pelaku pembangunan. <br /><br />MP3-EI ini bergulir setelah diketahui kekayaan BUMN di Indonesia mencapai Rp 1,3 bilion, dan sebesar Rp 800 triliun di antaranya dapat dijadikan sebagai modal MP3-EI.<br /><br />“Dalam pelaksanaannya nanti, jika pihak BUMN tidak mampu menjalankan modal itu, bisa ditawarkan kepada pihak swasta, atau ke pihak asing uintuk mengelolanya,” jelas Setiman.<br /><br />Dana sebesar Rp 800 triliun itu nantinya, diantaranya akan digelontorkan untuk pembangunan di wilayah perbatasan di seluruh Indonesia. Tentunya sebagai angin segar bagi Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Termasuk Entikong di Kabupaten Sanggau.<br /><br />“Presiden telah meminta untuk dirancang terobosan-terobosannya. Karenanya Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kadin nantinya juga diarahkan kepada pembangunan di perbatasan,” ungkap Setiman.<br /><br />Lebih lanjut dikatakan Setiman, khusus untuk pembangunan wilayah perbatasan di Kalbar termasuk Entikong, dibutuhkan dana sekitar Rp 6 triliun. Tahun 2011 ini di Kalbar yang mendapatkan prioritas adalah perbatasan Sambas dan Sanggau.<br /><br />“Melalui MP3-EI merupakan jawaban untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan yang ada di wilayah perbatasan selama ini. Sehingga dapat meminimalisir berbagai ketimpangan pembangunan antara kedua negara. Apalagi perbatasan adalah beranda terdepan suatu bangsa, termasuk Entikong bagi Indonesia,” tandas Setiman.<strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB