Batam Terancam Krisi Air Bersih 2015

oleh

Kota Batam diperkirakan mengalami krisis air bersih pada 2015, seiring dengan pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi <p style="text-align: justify;">Kota Batam diperkirakan mengalami krisis air bersih pada 2015, seiring dengan pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi.<br /><br />"Kami perkirakan air mulai habis pada 2015," kata Asisten Deputi Menteri Urusan Infrastruktur Sumber Daya Air, Kementerian Koordinator Perekonomian Purba Robert Sianipar di Batam, Rabu.<br /><br />Ia memperkirakan jumlah pengguna air bersih pada 2015 melebihi volume dan produksi air dari waduk yang ada. <br /><br />Kementerian Perekonomian mengimbau pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya mempersiapkan langkah antisipatif terhadap kemungkinan kelangkaan pasokan air bersih.<br /><br />Tindak antisipatif yang bisa dilakukan antara lain merawat infrastruktur waduk yang ada agar bisa menambah daya tampung air, konservasi daerah tangkapan air dan pemanfaatan air limbah.<br /><br />"Pemda juga harus menyosialisasikan hemat air kepada masyarakat," kata dia.<br /><br />Sementara itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat pengerjaan waduk di Tembesi untuk mengantisipasi krisis air bersih.<br /><br />Kepala Bagian Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan pembangunan Waduk Tembesi baru akan dilanjutkan April-Mei 2011 menunggu persetujuan Kementerian Keuangan. <br /><br />Dwi Djoko Wiwoho mengatakan Waduk Tembesi merupakan waduk buatan dengan sistem desalinasi, penetralisasi air laut menjadi tawar.<br /><br />Pengerjaan waduk diperkirakan selesai 2012, lalu desalinasi selama dua tahun.<br /><br />"Air laut kami tampung kemudian air hujan masuk, dan air asin dikeluarkan melalui katup pipa yang kami bangun di bawahnya," kata dia menjelaskan. (Eka/Ant)</p>