Berbagai Kegiatan Meriahkan Peristiwa Kulminasi Matahari

oleh

Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi menyatakan, pihaknya kini sedang mempersiapkan berbagai kegiatan seni dan budaya untuk memeriahkan peristiwa kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak yang berlangsung pada 21-23 Maret mendatang. <p style="text-align: justify;">"Kegiatan seni dan budaya, termasuk panggung hiburan akan kami gelar untuk menghibur masyarakat sekitar Tugu Khatulistiwa dan para tamu baik lokal maupun wisatawan mancanegera," kata Paryadi di Pontianak, Selasa. <br /><br />Ia menjelaskan, berbagai kegiatan tersebut mulai digelar tanggal 18-21 Maret, dengan sejumlah agenda, seperti pameran budaya dan pembangunan di Kota Pontianak, atraksi kesenian dari tiga etnis, yaitu Melayu, Dayak dan China dan sejumlah kegiatan lainnya. <br /><br />"Kami berharap, tingkat kunjungan ke Tugu Khatulistiwa untuk menyaksikan peristiwa alam itu terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Paryadi. <br /><br />Menurut dia, para pengujung juga akan diberikan sertifikat sebagai pengunjung detik-detik peristiwa kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa, beda seperti sebelumnya berupa sertifikat kunjungan. <br /><br />Pemerinta Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Pemkot Pontianak telah mengagendakan peristiwa titik kulminasi matahari dalam salah satu kegiatan "Visit Kalbar 2011". <br /><br />Pada saat peristiwa titik kulminasi matahari terjadi maka benda yang ditancapkan tegak lurus tidak terlihat adanya bayangan karena matahari berada tegak lurus di atas kepala yang hanya terjadi pada 21 – 23 Maret dengan titik kulminasi tepat pukul 11.50 WIB, dan 21 – 23 September dengan titik kulminasi tepat pada pukul 11.38 WIB di Tugu Khatulistiwa Pontianak. <br /><br />Kulminasi matahari adalah peristiwa alam yang hanya terjadi di sejumlah daerah pada lima negara, yaitu di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Indonesia), Afrika, yaitu Gabon, Zaire, Uganda, Kenya dan Somalia. Di Amerika Latin, garis itu juga melintasi empat negara yaitu, Equador, Peru, Columbia dan Brazil. <br /><br />Dari semua kota atau negara yang dilewati tersebut, hanya ada satu di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis khatulistiwa yaitu Kota Pontianak, sehingga menjadi ciri khusus. <br /><br />Karena itulah Kota Pontianak juga dikenal dengan sebutan Kota Khatulistiwa, kata Wakil Wali Kota Pontianak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>