BKKBN Gorontalo Bayar Peserta Vasektomi

oleh

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo akan membayar pria berkeluarga yang menjadi peserta atau akseptor vasektomi di wilayah itu. <p style="text-align: justify;">Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo akan membayar pria berkeluarga yang menjadi peserta atau akseptor vasektomi di wilayah itu.<br /><br />Kepala Bidang Keluarga Berencana merangkap pelaksana harian Kepala BKKBN setempat Efendy Korompot mengatakan, Kamis, setiap akseptor vasektomi mendapatkan subsidi pemerintah yang diterima langsung sebesar Rp200 ribu.<br /><br />Kebijakan ini bertujuan membantu dan meringankan akseptor dari biaya vasektomi yang terbilang mahal, jika tanpa subsidi pemerintah, biayanya mencapai lima jutaan rupiah.<br /><br />"Jadi terbalik, bukan akseptornya yang harus membayar, justru mereka yang dibayar," katanya. <br /><br />Selain itu, pencari akseptor vasektomi juga mendapatkan subsidi sebesar Rp50 ribu rupiah perorang sehingga makin banyak akseptor yang didapatkannya, maka makin banyak pula uang yang didapatkannya.<br /><br />Dia mengatakan, kurun empat tahun terakhir, pria berkeluarga yang menjadi peserta vasektomi di Provinsi Gorotalo telah mencapai 800 akseptor.<br /><br />"Tahun ini kami menargetkan 250 akseptor baru vasektomi di Provinsi Gorontalo," imbuhnya.<br /><br />Dia menjelaskan, vasektomi adalah teknik kontrasepsi pada pria dengan cara memotong atau mengikat saluran sperma aktif sehingga tidak lagi bisa membuahi sel telur perempuan sehingga kehamilan tidak terjadi.<br /><br />Operasi vasektomi hanya membutuhkan tindakan kecil selama lima belas menit, vasektomi disarankan bagi pria berkeluarga yang tidak ingin lagi memperoleh keturunan. (Eka/Ant)</p>