BLH Imbau Sampah Di TPSTidak Dibakar

oleh

Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, mengimbau sampah-sampah kering yang menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS) tidak dibakar, karena berdampak pada pencemaran udara di kota itu. <p style="text-align: justify;">"Dari pantauan kami di lapangan ada beberapa kawasan TPS yang berada di Kota Pontianak yang tumpukan sampah keringnya sengaja dibakar," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pentaatan Hukum BLH Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo di Pontianak, Kamis (10/03/2011). <br /><br />Menurut dia, apakah pembakaran sampah kering itu dilakukan oleh masyarakat ataupun petugas kebersihan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti. <br /><br />"Yang jelas langkah membakar sampah di TPS tidak baik karena mencemari udara, apalagi sekarang Kota Pontianak dan Kalbar umumnya mulai diselimuti asap seiring masuknya musim kemarau," kata Haryadi. <br /><br />Data BLH Kota Pontianak, indeks standar pencemaran udara (ISPU) di kota itu sudah tidak sehat untuk kesehatan, terutama mulai pukul 23.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB, karena sudah berada pada 101-199 ppm. <br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Junto Batarendro menyatakan, jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di kota itu dari Februari hingga Maret tercatat sebanyak 13.188 kasus. <br /><br />"Peningkatan kasus ISPA dipicu karena cuaca yang kurang sehat, terutama pada malam hari," katanya. <br /><br />Ia mengimbau, masyarakat tidak keluar rumah pada malam hari karena indeks standar pencemaran udara (ISPU) sudah tidak sehat bagi manusia. <br /><br />"Kalaupun mau keluar rumah sebaiknya menggunakan penutup mulut dan hidung untuk mencegah masuknya partikel debu dan asap," ujarnya. <br /><br />Dinkes Kota Pontianak, mencatat kasus ISPA dari Februari – Maret 2011 sebanyak 13.188 kasus, atau melonjak apabila dibandingkan Agustus – September 2010 sebanyak 3.977 kasus, sedangkan sepanjang tahun 2010 tercatat sebanyak 51.803 kasus. <br /><br />Sebelumnya, Prakirawan Badan Meteorologi dan Geofisika Supadio Pontianak Sri Ningsih memperkirakan asap yang muncul dalam beberapa hari terakhir ini karena kegiatan pembakaran skala kecil. <br /><br />Menurut dia, cuaca panas di Kota Pontianak dan sekitarnya dalam sepekan terakhir sebagai dampak adanya tekanan rendah di sebelah barat Australia yang merupakan bibit badai. <br /><br />Konsentrasi awan saat ini ke sebelah selatan khatulistiwa, sehingga jika terjadi hujan di selatan Kalbar adalah di Kabupaten Ketapang dan sekitarnya. <br /><br />Dia menambahkan, perubahan musim dari hujan ke kemarau, tidak begitu dirasakan di Kalbar, karena di provinsi tersebut hampir sepanjang tahun tetap akan ada hujan yang diselingi dengan cuaca panas. <br /><br />Menurut dia, hingga April mendatang untuk Kalbar secara keseluruhan, masih ada hujan. Intensitasnya akan turun pada Mei hingga Agustus. Sementara untuk Maret, masih dalam keadaan normal dengan intensitas 300 mililiter.<strong> (phs/Ant)</strong></p>