BMKG : Kemarau Tahun Ini Normal

oleh

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memprakirakan kemarau tahun ini normal tidak terpengaruh La Nina maupun EL Nino. <p style="text-align: justify;">Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memprakirakan kemarau tahun ini normal tidak terpengaruh La Nina maupun EL Nino.<br /><br />"Kemarau tahun ini normal, tidak seperti tahun lalu yang terkena dampak La Nina atau tidak seperti kemarau tahun 2009 yang terpengaruh El Nino sehingga kemarau panjang," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jateng Evi Luthfiati, di Semarang, Kamis.<br /><br />Evi mengatakan bahwa fenomena La Nina melemah pada Maret 2011 dan belum menunjukkan turun menjadi El Nino, sehingga prakiraan saat ini kemarau tahun 2011 akan berlangsung normal.<br /><br />"Trennya kemarau tahun ini normal, sehingga tidak seperti tahun sebelumnya masyarakat di Kabupaten Blora dan Rembang menghadapi kemarau panjang hingga bulan Desember," katanya.<br /><br />Jika tahun ini kemarau normal, maka prakiraan puncaknya terjadi pada bulan Agustus dan musim pancaroba sekitar September, kemudian musim penghujan pada Oktober 2011.<br /><br />Terkait dengan dampak El Nino dan La Nina, lanjut Evi, terjadi sesuai siklus dan biasanya siklus berulang setiap tiga hingga tujuh tahun berikutnya.<br /><br />"Akan tetapi, kemungkinan akibat perubahan iklim sekarang siklus El Nino maupun La Nina cepat berulang. Sekarang siklusnya bisa dua tahun sekali," katanya.<br /><br />Evi menambahkan bahwa saat ini sebagian daerah di Jateng curah hujannya sudah mulai berkurang meskipun masih dalam hitungan musim penghujan.<br /><br />"Musim pancaroba mulai terjadi pada April hingga Mei awal. Akan tetapi ada daerah yang pada bulan Mei sudah mengalami musim kemarau, seperti di daerah utara Jepara," katanya.<br /><br />Tidak hanya daerah yang cepat memasuki musim kemarau, tetapi juga ada daerah yang lambat masuk musim kemarau, yakni daerah yang berada di sekitar penggunungan Slamet seperti Banyumas, Banjarnegera, dan Wonosobo.<br /><br />Untuk tinggi gelombang, Evi menyebutkan bahwa selama sepekan ini tinggi gelombang di Laut Jawa aman untuk nelayan karena hanya berkisar setengah meter hingga 1,5 meter.</p>