Buluh Kuning, Rayakan Natal Dengan Kayu Bakar

oleh

Setelah selama 2 tahun turut menikmati hadirnya BBM Minyak Tanah Bersubsidi, dalam merayakan Hari Raya Natal Tahun 2010 ini, warga Desa Buluh Kuning Kecamatan Sepauk harus kembali menggunakan kayu bakar. Keluhan tersebut, diucapkan Kepala Desa Buluh Kuning Kecamatan Sepauk, Markus, Sabtu (11/12/2010) lalu. <p style="text-align: justify;">Menghilangnya BBM Mita bersubsidi di Buluh Kuning ini, adalah akibat adanya penghapusan PMT Sumber Rejeki oleh pihak Agen. Tidak jelas, apa alasan pihak Agen yang tiba-tiba mencabut begitu saja kuota PMT yang dikelola oleh seorang warga bernama Kasiati ini. Celakanya, lanjut Kades berperawakan langsing ini, warga Buluh Kuning mencurigai pihak Kades dan pihak pengelola, bahwa hilangnya BBM Mita di Buluh Kuning ini, akibat penggelapan yang dilakukan oleh Kades dan ibu Kasiati, tutur Markus. <br /><br />Markus juga berharap, pihak Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten dapat turun tangan mencegah penghapusan ini. Bagi masyarakat, tidak penting siapa yang jadi pengelola PMT nya, yang penting BBM Mita Bersubsidi dapat dinikmati warganya, pungkasnya. <br /><br />Sementara itu, dari pihak Kasiati yang sempat dihubungi kalimantan-news melalui pembicaraan telepon, didapat informasi bahwa dirinya sebagai pemegang kontrak merasa telah melaksanakan semua ketentuan dan kewajiban yang tertera didalam kontrak. Bukti pendistribusian kepada masyarakat pun selalu dibuat dan diketahui oleh Kades. <br /><br />“Kegiatan kami diawasi langsung oleh masyarakat, dan masyarakat Buluh Kuning dikenal sangat kritis. Pendeknya, hingga saat ini saya belum mengetahui kesalahan apa yang telah dilakukan PMT Sumber Rejeki ini,” ungkapnya. <strong>(phs)</strong></p>