Home / Tak Berkategori

BUMDes untuk Mewujudkan Desa Mandiri

- Jurnalis

Sabtu, 12 Maret 2011 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memang masih belum terlalu dilirik pemerintahan desa. Padahal BUMDes bisa menjadi sarana desa untuk menggali berbagai potensi pendapatan dalam upaya pemenuhan kas desa yang ditujukan bagi pembangunan. <p style="text-align: justify;">“Sejauh ini memang belum optimal, artinya tidak banyak desa yang sudah bisa menggali potensi pendapatan di desa dalam upaya meningkatkan pendapatan desa,” kata Hotler Panjaitan, Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Kabupaten Sintang, Sabtu (12/03/2011).<br /><br />Perkembangan pemerintahan desa ditambah banyaknya keinginan masyarakat untuk membentuk desa baru yang kemudian diakomadasi pemerintah dengan merealisasikan pemekaran membuat anggaran untuk desa yang diberikan melalui Alokasi Dana Desa setiap tahunnya menjadi berkurang.<br /><br />“Anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah terbatas, sementara desa terus berkembang dan keinginan membentuk desa baru juga tinggi sehingga alokasi dari anggaran daerah semakin berkurang,” ucapnya.<br /><br />Padahal selama ini ADD lah yang jadi sandaran utama bagi terselenggaranya pemerintahan dan pembangunan desa, ditambah alokasi anggaran dari berbagai program pembangunan yang memang ditujukan untuk pembangunan desa namun tidak teralokasi setiap tahun.<br /><br />“Tentunya dalam upaya meningkatkan pendapatan desa, selain berharap dari pemerintah daerah, desa juag dituntut kreatif menggali potensi pendapatan yang ada di wilayahnya,” kata dia.<br /><br />Saat ini menurut Hotler, masuknya investasi perkebunan memberikan ruang bagi desa mendapatkan sumber pemasukan kas desa melalui tanah kas desa yang dikelola perusahaan untuk perkebunan kelapa sawit.<br /><br />“Namun yang harus dimaknai, tanah kas desa itu bukan milik pribadi kepala desa, tetapi hasil dari tanah kas desa itu harus masuk dalam pendapatan desa dan harus dipahami pengelolaan aset desa itu berkesinambungan, artinya meskipun kepala desa tidak lagi menjabat, aset yang ditinggalkanya tetap bisa memberikan kontribusi pada peningkatan kas desa,” ucapnya.<br /><br />Setiap tahun, kata dia, ketika penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes), maka pendapatan dari tanah kas desa harus dimasukan sehingga APBDes yang disusun itu bisa disetujui.<br /><br />“Paradigma ini yang harus diubah karena setiap bentuk usaha yang dilakukan atas nama desa bukan milik personal, tetapi menjadi miliki desa yang digunakan untuk pembangunan desa,” jelasnya.<br /><br />Tahun ini kata Hotler, kantornya baru akan melakukan pendataan soal aset desa termasuk tanah kas desa, pasar desa maupun aset desa lainnya.<br /><br />“Ini kami pandang perlu karena kedepan kita akan programkan upaya untuk membantu meningkatkan kapasitas pengelolaan aset desa yang berpotensi menambah pendapatan desa,” tukasnya.<br /><br />Kedepan menurutnya, pemerintahan desa  memang dituntut kreatif dan inovatif dalam menggali sumber pendapatan yang ada di desa dengan melihat potensi sumber daya alam yang ada, apalagi untuk BUMDes ini tidak menyalahi aturan.<br /><br />”Justru BUMDes itu yang harus didorong dalam upaya untuk menuju desa mandiri yang bisa mendapatkan sumber pembiayaan pembangunan dari berbagai sumber selain yang sudah dialokasikan dari pemerintah pusat maupun daerah,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan
Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu
Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal
Training ESQ Leadership Hari Kedua, Pemkab Barito Utara Perkuat 7 Budi Utama dan Tata Kelola Akuntabel
Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:23 WIB

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:40 WIB

Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:33 WIB

Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal

Berita Terbaru

Sekadau

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Jan 2026 - 17:28 WIB