Bupati Sintang Memberikan Materi Pada Kegiatan Pertemuan Koordinasi Dalam Mewujudkan Program Sintang Lestari

oleh

SINTANG – Dalam Rangka Kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Perekonomian Republik Indonesia bersama Lembaga Mitra Packard Foundantion hari ini Rabu,04/04/2018 dilaksanakan Pertemuan Koordinasi Dalam Mewujudkan Program Sintang Lestari di Hotel My Home Sintang.

Pada kegiatan tersebut Bupati Sintang, Jarot Winarno sebagai salah satu pembicara dalam memberikan materi menyatakan, bahwa sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang diseimbangkan dengan pembangunan perekonomian, social dan menjaga kelestarian lingkungan”mengingat Kabupaten Sintang yang memiliki luas wilayah sekitar 2,1 juta hektar atau sekitar 21 ribu kilometer persegi, tiga persen diantaranya merupakan Taman Nasional dan 21 persen diantaranya merupakan hutan lindung dan sisanya merupakan hutan produksi dan hutan produksi terbatas serta hutan konservasi.”

Jarot menjelas, bahwa selama ini Pemerintah kabupaten Sintang bersama Jajaran ,TNI,Polri selalu bersama untuk menjaga kelestarian kawasan hutan yang ada di daerah ini”bahkan dengan memiliki luas kawasan hutan sekitar 59 persen yang ada di wilayah Kabupaten Sintang mampu menyumbang emisi karbon hingga 9 persen.

Selain itu, Jarot juga menjelaskan, dengan potensi perkebunan kelapa sawit yang dimiliki Kabupaten Sintang, saat ini ada sebanyak 46 Induk Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit yang telah berinvestasi”namun berdasarkan data ada 58 perusahaan yang telah menjadapatkan ijin lokasi , namun 46 perusahaan sudah mendapatkan Ijin Usaha Perusahaan(IUP) dan mereka wajib mentaati peraturan yang berlaku untuk menjaga kelestarian hutan di daerah ini.

Sementara itu, Asisten Deputi Perkebunan dan Holtikultura, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Willistra Danny menyatakan, bahwa kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki potensi perkebunan kelapa sawit cukup besar.

“Peran hasil perkebunan kelapa sawit saat ini menjadi salah satu icon secara International dan Nasional, dan Pemerintah Pusat ingin melihat secara langsung potensi perkebunan kelapa sawit yang ada di kabupaten Sintang” mengingat sawit saat ini menjadi salah satu komiditi strategis bagi pembangunan ekonomi Nasional dan selama 2 tahun terakhir ini kelapa sawit ini menjadi hasil visa terbesar di Republik kita ini, sejak Tahun 2016 berhasil eksport sekitar 18,1 Milyard US Dollar atau sekitar 300 Triliun rupiah.”.(Ec/Hms)