Buta Aksara Di Tabalong Mencapai 598 Orang

oleh

Warga buta aksara di Tabalong, Kalimantan Selatan masih cukup tinggi, saat ini jumlahnya mencapai 598 orang. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Seksi Pendidikan Luar Sekolah (KLS), Dinas Pendidikan Tabalong, Abdurahman, di Tanjung, Sabtu (12/03/2011), program penuntasan buta aksara di Bumi Saraba Kawa ini ditargetkan melek huruf (leterasi) 2014 mencapai 95,6 persen.<br /><br />"Gerakan nasional percepatan pemberantasan buta aksara terus kita giatkan di sejumlah kecamatan dan targetnya 2014 tingkat melek huruf bisa mencapai 95,8 persen," jelas Abdurahman.<br /><br />Data di Dinas Pendidikan Tabalong, jumlah peserta keaksaraan fungsional (KF) 2010/1011 mencapai 240 orang ditambah 140 orang yang diselenggarakan oleh Yayasan Aisyiyah, PKK dan NU.<br /><br />"Masing-masing kecamatan jumlah peserta keaksaraan fungsional sekitar 20 orang, selain melalui Diknas, penuntasan buta aksara juga dilakukan Kodim 1008/Tjg, PKK dan pihak lainnya," tambahnya.<br /><br />Sementara itu gerakan nasional percepatan pemberantasan buta aksara yang didanai APBD II 2009 hingga 2010 telah dilaksanakan di lima kecamatan yakni Bintang Ara, Muara Uya, Jaro, Kelua dan Haruai dengan total sasaran sebanyak 89 orang.<br /><br />Sedangkan sepuluh kecamatan yang menjadi sasaran gerakan melalui dana APBN yakni Muara Harus, Kelua, Benua Lawas, Tanta, Tanjung, Murung Pudak, Haruai, Jaro, Muara Uya dan Bintang Ara.<br /><br />"Pemberantasan buta aksara dilakukan mulai dari tingkat dasar, lanjutan hingga mandiri dengan batasan usia antara 15 hingga 44 tahun," ungkap Abdurahman lagi.<strong> (phs/Ant)</strong></p>