China merupakan satu-satunya negara tujuan ekspor hasil tambang bijih besi asal Kotabaru, Kalimantan Selatan. <p style="text-align: justify;">Volume eskpor bijih besi asal Kotabaru periode Pebruari 201 ke China mencapai 513 ribu metrik ton (MT) dengan nilai ekspor sebesar 7,9 juta dolar AS," ujar Kepala Dinas Perdagangan, Penanaman Modal dan Pengelolaan Pasar Kotabaru H Zainal Arifin, didampingi Kabid Perdagangan Ekspor Hj Ratnawati, Jumat.<br /><br />Hingga saat ini belum ada negara lain yang menjadi tujuan ekspor hasil tambang bijih besi PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) asal "Bumi Saijaan", selain negeri "tirai bambu" China.<br /><br />Dengan dikeluarkannya UU Pertambangan Mineral dan Batubara No 4 tahun 2009, maka setelah 2014 pemegang izin usaha pertambangan dilarang mengekspor barang tambang dalam bentuk mentah.<br /><br />Pemegang izin diwajibkan melakukan pengolahan dan pemurnian hasil penambangannya di dalam negeri.<br /><br />Sementara itu, volume ekspor bijih besi asal Kotabaru periode 2010 mencapai kisaran 3,99 juta metrik ton dengan nilai 59,6 juta dolar AS.<br /><br />Volume ekspor bijih besi periode 2010 tersebut tergolong stabil, pascakrisis keuangan global 2009 dan akhir 2008.<br /><br />Tidak menutup kemungkinan pasca pemberlakukan UU No.4 tahun 2009, dimana pada 2014 perusahaan tidak diizinkan mengekspor hasil tambang dalam bentuk mentah, maka akan terjadi keguncangan di sektor industri logam dasar, khususnya negara yang selama ini bahan bakunya bergantung dari Indonesia. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














