Dampak Covid-19, Omzet Pendapatan Tukang Jahit Di Sekadau Anjlok Hingga 50%

oleh

SEKADAU, KN – Semakim meluasnya Penyebaran Covid-19 di Indonesia berdampak terhadap omzet pendapatan para tukang jahit yang ada di Kabupaten Sekadau menurun.

Bukan tanpa alasan, sepinya pelanggan akibat aturan Pemerintah dengan merumahkan seluruh warga.

Salah satu pelaku usaha tukang jahit di Jalan Pelajar, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir Muhammad Efendi mengeluhkan bahwa akibat dari dampak dari virus corona hampir 2 bulan terakhir ini omzet pendapatannya menurun drastis hingga 50%.

“Kalau untuk omzet pendapatan disini turun mas. Akibat dari sepinya pelanggan yang datang karena adanya pandemi ini. Bahkan hampir 50%,” ujar Efendi kepada media ini Kamis, (07/05/2020).

Efendi juga mengatakan bahwasanya pada saat-saat mejelang idul fitri, banyak pelanggan yang datang. Namun akibat dari pandemi ini justru malah berkurang.

“Biasanya kalau sudah mau lebaran ramai para pelanggan datang kesini. Namun akibat dari virus ini justru berbeda dan hari biasanya selalu ramai dan banyak pesanan,” katanya.

Ia pun berharap semoga pandemi ini segera berakhir agar semua kalangan bisa bebas melakukan kegiatan. Sehingga pesanan para tukang jahit kembali normal seperti biasanya.

Penulis: Meliamus Acil