Home / Tak Berkategori

Dana Bantuan Pemprov Kalbar Ke Kabupaten/Kota Diprotes

- Jurnalis

Minggu, 20 Maret 2011 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alokasi dana bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada kabupaten/kota yang dianggap tidak berimbang terus menuai kritikan karena dianggap bentuk ketidakseriusan gubernur dalam pemerataan pembangunan. <p style="text-align: justify;">"Dari SK Gubernur Kalbar tentang penetapan alokasi Dana Bantuan Kabupaten/Kota dan Bantuan Keuangan Kepada Kecamatan, Kelurahan dan Desa di Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2011 dinilai terdapat ketimpangan," kata Endang, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Indonesia Kota Pontianak, Sabtu (19/03/2011). <br /><br />Anggana bantuan Pemprov Kalbar untuk kabupaten/kota tahun 2011 <br /><br />Rp141,27 miliar itu dinilai berbagai pihak senjang dalam alokasi dan pemerataan.<br /><br />Ia mengaku telah menghitung pengalokasian dana bantuan tersebut. Hasilnya, empat kabupaten di wilayah Utara Kalbar pengalokasiannya lebih besar dan sangat jauh berbeda dari pada lima kabupaten yang berada di wilayah Timur Kalbar.<br /><br />"Perbedaannya sangat jauh sekali, bahkan mencapai setengah, dengan total anggaran untuk lima kabupaten di wilayah Timur hanya Rp36 miliar. Sedangkan untuk empat kabupaten di wilayah Utara mencapai hampir Rp55 miliar," katanya.<br /><br />Berdasarkan SK Penetapan Alokasi Dana Bantuan Kabupaten/Kota dan Bantuan Keuangan Kepada Kecamatan, Kelurahan dan Desa di Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2011, Kota Pontianak mendapat bantuan dana sebesar Rp10,07 miliar; Kota Singkawang Rp7,57 miliar; Kabupaten Sambas Rp18,49 miliar; Kabupaten Pontianak Rp6,26 miliar; Kabupaten Sanggau Rp6,36 miliar; Kabupaten Kapuas Hulu Rp8,59 miliar; Kabupaten Sintang Rp10,55 miliar; Kabupaten Ketapang Rp6,26 miliar; Kabupaten Bengkayang Rp14,71 miliar; Kabupaten Landak Rp26,65 miliar; Kabupaten <br /><br />Melawi Rp6,60 miliar; Kabupaten Sekadau Rp6,34 miliar; Kabupaten Kubu Raya Rp6,63 miliar dan Kabupaten Kayong Utara Rp6,26 miliar.<br /><br />"Padahal, jika dilihat secara nyata kondisi wilayah timur Kalbar selama ini sangat memprihatinkan, terutama kondisi infrastruktur. Sayangnya hingga pemerintahan gubernur saat ini pun tidak bisa membawa perubahan berarti bagi wilayah Timur Kalbar dan daerah lainnya," tutur Endang.<br /><br />Ia melanjutkan, pembagian itu menunjukkan ada banyak kepentingan pribadi dan kelompok. Seharusnya, kata Endang, Gubernur Kalbar harus bisa berlaku adil dan tidak memihak pada satu atau beberapa daerah saja.<br /><br />"Namanya juga Gubernur Kalbar, tentu milik masyarakat Kalbar, bukan milik masyarakat yang berada di daerah Kalbar bagian Utara saja," ucapnya.<br /><br />Ia menambahkan, melihat kondisi tersebut maka wajar selama ini masyarakat di bagian timur Kalbar menuntut adanya proses pemekaran provinsi yang saat ini masih belum menemukan titik jelas.<br /><br />"Kalau sudah seperti itu, mekarkan saja Kalbar agar proses pembangunan lebih merata. Dari pada masyarakat selalu tidak bisa merasakan pemerataan pembangunan," kata Endang yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan kesehatan rakyat Sintang.<br /><br />Selaku warga Sintang, ia juga menuntut janji Gubernur Kalbar yang menyatakan akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan pada kabupaten tersebut yang disampaikan saat Pilkada beberapa waktu lalu.<br /><br />Menurutnya, saat itu Gubernur menjanjikan masyarakat perbatasan akan membangun sarana infrastruktur untuk memperlancar akses diwilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.<br /><br />"Namun sayangnya sampai saat ini, dalam APBD Provinsi 2011 pun hal tersebut belum juga dianggarkan. Jelas saja kami sebagai masyarakat sangat kecewa," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru