Dialog Ahmadiyah Lahirkan Pergumulan Pemikiran

oleh

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, dialog tentang Ahmadiyah yang melibatkan ormas-ormas Islam dan LSM melahirkan pergumulan pemikiran antara kebebasan beragama dengan penistaan agama. <p style="text-align: justify;">Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, dialog tentang Ahmadiyah yang melibatkan ormas-ormas Islam dan LSM melahirkan pergumulan pemikiran antara kebebasan beragama dengan penistaan agama.<br /><br />Menurut mereka yang berpandangan kebebasan beragama, agama apapun keyakinan apapun wajib diberikan hak hidup sebebas-bebasnya, kata Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali di Jakarta, Kamis.<br /><br />"Sedangkan yang berpandangan penistaan agama berpendapat kebabasan beragama harus ada batasnya. Kebebasan tanpa batas cenderung menjadi penistaan agama," katanya kepada wartawan disela acara dialog yang berlangsung di Gedung Kementerian Agama Jakarta.<br /><br />Menag menyatakan, simbol-simbol agama tidak bisa dimaknai dengan sebebas-bebasnya. Seperti Kasus Temanggung, dimulai dari penghinaan terhadap simbol agama, dengan memberi persepsi yang salah tentang Hajar Aswad diartikan sebagai kelamin perempuan, dan Jamarat sebagai kelamin laki-laki.<br /><br />"Jadi simbol agama jangan diartikan dengan persepsi yang salah. Setiap kebebasan pasti ada batasnya. Kebebasan memberikan persepsi terhadap sesuatu akan menganggu terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia," tandas Suryadharma Ali.<br /><br />Menurut Menag, dialog Ahmadiyah sekarang ini cukup berkembang dan berkeadilan dari berbagai sudut pandang semua pihak diundang.<br /><br />Ada yang mengatakan, ajaran Ahmadiyah tidak bertentangan dengan Islam seperti yang dianut LSM dan Ahmadiyah sedangkan ormas Islam seperti FUI dan FPI berpendapat ajaran Ahmadiyah bertentangan dan menodai Islam sehingga harus dibubarkan.<br /><br />Namun, kata Menag, sangat disayangkan jika sampai akhir dialog Ahmadiyah JAI tidak mau datang. "Jadi semua pandangan telah disampaikan dalam dialog selama 4 hari tersebut. Jadi dialog ini seimbang dan seluruhnya diakomodir," tegas Menag.<br /><br />Seperti diketahui dialog Ahmadiyah digelar Kemenag sejak Selasa dan Rabu (22-23/3) yang dilanjutkan Selasa dan Rabu (29-30/3) di Kantor Kemenag jalan Thamrin Jakarta Pusat.<br /><br />Direncanakan akan dibentuk tim perumus untuk menyimpulkan hasil dialog ini. Tim perumus nantinya akan merumuskan secara tuntas dan komprehensif hasil dialog.<br /><br />"Jadi sampai sekarang belum ada kesimpulannya. Saya sendiri tidak akan mendahului kesimpulan hasil dialog," demikian Menteri Agama Suryadharma Ali.(Eka/Ant)</p>