Pelaksana tugas Kepala Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertambangan Kabupaten Kubu Raya Mulyadi mengatakan, saat ini pihaknya telah menurunkan tiga tim untuk memantau asal titik api di Kecamatan Rasau Jaya dan Kubu. <p style="text-align: justify;">"Kita berusaha bergerak cepat memantau dan menemukan lokasi titik panas yang tertangkap satelit di Kubu Raya. Saya sudah tugaskan tim turun ke lokasi yang menurut laporan masyarakat dan pantauan satelit NOAA berada di Kecamatan Rasau Jaya dan Kubu," kata Mulyadi di Sungai Raya, Senin.<br /><br />Menurut dia, Dishutbun menurunkan setidaknya tiga tim ke lapangan. Pihaknya juga langsung melakukan koordinasi dengan tim pemadam kebakaran Manggala Agni di Rasau Jaya.<br /><br />"Kita ikut minta bantuan pemadaman. Namun sepertinya tim Manggala Agni juga terbatas. Alasannya seluruh kekuatan sedang berada di Purun, Mempawah, Kabupaten Pontianak," ucapnya.<br /><br />Timnya langsung berkoordinasi dengan pimpinan daerah setempat seperti camat dan kepala desa.<br /><br />Pihaknya juga terus mengarahkan agar titik api tersebut tidak meluas dan menyebabkan kebakaran lahan.<br /><br />"Kami lakukan secara manual saja. Sebab, peralatan kami terbatas. Caranya dengan membuat parit untuk membatasi gerak api," kata Mulyadi.<br /><br />Selain itu, ia juga meminta agar petani waspada seperti di Kecamatan Rasau Jaya tidak sedikit lahan gambut menyebar dan terbakar. Apalagi lahan gambut kedalamannya mencapai 1-2 meter bahkan bisa sampai 8 meter.<br /><br />"Ini yang sulit karena api-api tersebut kebanyakan berasal dari dalam gambut. Sangat berbahaya kalau perlengkapan terbatas. Terperosok ke dalam saja, bisa-bisa kita menjadi korban," ucapnya.<br /><br />Dishutbun Kabupaten Kubu Raya juga mengimbau kepada perusahaan terutama perkebunan yang banyak bertebaran di Kubu Raya untuk melokalisasi adanya titik api. Pihaknya juga sudah mengerahkan tim dan membuat surat-surat ke perusahaan tersebar.<br /><br />"Sangat sulit memadamkan api, kalau sudah berada di areal gambut. Disamping sulitnya air, juga peralatan terbatas. Jadi tindakan awal kami lakukan pencegahan," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














