Dinas Pendidikan Kotabaru, Kalimantan Selatan, meminta DPRD setempat agar insentif daerah untuk guru honorer di daerah itu ditambah, menyusul naiknya harga barang dan kebutuhan sehari-hari. <p style="text-align: justify;">Keinginan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru Eko Suryadi Widodo Syahdan MM, pada rapat koordinasi dengan DPRD Kotabaru, Selasa.<br /><br />Selain masalah insentif daerah, kepala dinas juga mengatakan, bahwa fasilitas untuk rumah dinas guru di daerah-daerah masih banyak yng kurang, misalkan, kamar mandi, WC dan fasilitas lainnya.<br /><br />"Hal itu terkadang menjadi alasan guru honor minta tugasnya dipindah ke daerah lain," tegasnya.<br /><br />Sedangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, Eko Suryadi, meminta DPRD dapat menambah alokasi dana untuk melengkapi fasilitas belajar mengajar di kelas.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan yang mengaku tidak dapat menyebutkan satu-persatu itu mengungkapkan, hingga saat ini banyak sekolah dasar masih kekurangan ruang belajar, seperti yang terjadi di Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Tengah dan beberapa daerah lainnya.<br /><br />Ketua DPRD Kotabaru Alpidri Supian Noor MAP, mengatakan, program insentif daerah telah dilaksanakan sejak 2007.<br /><br />Namun kenyataanya, DPRD belum menerima data akurat terkait alokasi dana insentif daerah dan jumlah guru honorer.<br /><br />Ketua DPRD memberi waktu sebulan kepada kepala dinas pendidikan untuk menyampaikan data jumlah guru yang berstatus PNS dan guru honorer serta data kebutuhan guru honorer. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














