Dinas Pendidikan Kotabaru mulai menggunakan beton dan baja ringan untuk pembangunan gedung sekolah, perpusatakaan, laboratorium, rumah dinas guru. <p style="text-align: justify;">"Kita tidak mau lagi menggunakan bangunan kayu, karena akhir-akhir ini sulit mencari kayu kualitas baik," kata Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru Eko Suryadi Widodo Syahdan MM, di Kotabaru, Kalimantan Selatan, Kamis.<br /><br />Selain kualitasnya kurang baik, biaya bahan bangunan yang menggunakan material kayu juga lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan batu, pasir semen dan baja ringan.<br /><br />"Meski tidak lebih murah apabila menggunakan bahan bangunan kayu, namun dengan menggunakan beton dan baja ringan itu jauh lebih menguntungkan karena waktu pemakaiannya jauh lebih lama," jelas dia.<br /><br />Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kotabaru, Rahmad menambahkan pembangunan dan rehab gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, rumah dinas guru pada APBD 2011 yang jumlahnya lebih dari 50 unit menggunakan beton dengan kerangka atap baja ringan.<br /><br />Namun demikian, dinas pendidikan juga masih menggunakan bahan kayu, khususnya untuk bagian-bagian tertentu, misalnya kusen dan daun pintu serta jendela.<br /><br />"Karena bagian tersebut lebih awet menggunakan kayu, terlebih kayu ulin dibandingkan dengan menggunakan viber/plastik atau aluminium," kata Rahmad.<br /><br />Menurut Kepala Dinas Pendidikan, pembangunan menggunakan beton dan baja akan lebih efektif, waktu pemakaian akan jauh lebih lama dibandingkan dengan menggunakan kayu.<br /><br />Serta lebih efesian, dalam pembiayaanya, karena tidak memerlukan biaya perawatan yang begitu besar bila dibandingkan dengan bahan bangunan kayu, katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














