Dinas Pendidikan Libatkan Pers dan LSM Pantau UN

oleh

Dinas Pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra) melibatkan kalangan pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMU yang akan digelar 18-21 April 2011. <p style="text-align: justify;">Dinas Pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra) melibatkan kalangan pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMU yang akan digelar 18-21 April 2011.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan Sultra Damsid di Kendari, Selasa, mengatakan kebijakan melibatkan pers dan LSM sebagai implementasi kesepakatan antara Departemen Pendidikan dan 33 kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia.<br /><br />Departemen Pendidikan dan jajaran Dinas Pendidikan tingkat provinsi se-Indonesia sudah menanda tangani fakta integritas yang mengandung makna bahwa UN kredibel sebagai tolok ukur kualitas pendidikan di tanah air, kata Damsid.<br /><br />Selain peran pemantau secara formal juga Dinas Pendidikan mengharapkan peran serta masyarakat mengontrol pelaksanaan ujian. Masyarakat diharapkan memberikan masukan adanya penyelewengan atau pun sukses penyelenggaraan.<br /><br />Ujian nasional tingkat SMP sederajat dijadwalkan berlangsung 25-28 April 2011 sedangkan ujian susulan SMP pada tanggal 3 – 6 Mei 2011.<br /><br />Ujian tingkat SMU sederajat dijadwalkan pada 18-21 April sedangkan ujian susulan SMU 25-28 April 2011.<br /><br />Kalangan siswa calon peserta ujian nasional diminta mempersiapkan diri secara maksimal dan tidak tergiur dengan isu kebocoran naskah soal.<br /><br />"Isu kebocoran selalu mewarnai pelaksanaan ujian nasional. Lembaran yang beredar mirip naskah soal atau pun kunci jawaban adalah palsu sehingga kalau dipercayai akan merugikan calon peserta ujian," kata Kadis Damsid.<br /><br />Lembaran-lembaran yang mirip naskah soal ujian atau lembaran jawaban hanyalah upaya oknum tidak bertanggungjawab untuk meraih keuntungan sesaat.<br /><br />"Jelas tujuan pelaku untuk meraih keuntungan karena lembaran mirip naskah soal maupun kunci jawaban ditawarkan kepada calon peserta ujian dengan nilai tukar ratusan ribu," katanya.(Eka/Ant)</p>