Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Kalimantan Barat terus gencar melakukan sosialisasi program jaminan persalinan (Jampersal) baik ke masyarakat maupun tenaga kesehatan bidan negeri maupun swasta. <p style="text-align: justify;">"Kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi program Jampersal. Terakhir ke bidan swasta dengan harapan mereka membantu program tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Junto Bhatarendro di Pontianak, Jumat.<br /><br />Ia menjelaskan, gencarnya sosialisasi program Jampersal mengingat per satu April program itu sudah mulai dilaksanakan di Kota Pontianak.<br /><br />"Sehingga tidak ada lagi ibu-ibu yang mau melahirkan harus dibantu dukun beranak ataupun kesulitan biaya karena sudah ada program Jampersal," kata Multi.<br /><br />Ketua Panitia Pelaksana sosialisasi Jampersal Sri Sujiarti menyatakan, program Jampersal dilakukan untuk pelayanan persalinan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi. "Selain itu untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan dan pelayanan nifas ibu oleh tenaga kesehatan," ujarnya.<br /><br />Sasaran program Jampersal, yakni ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas (sampai 42 hari pasca persalinan) dan bayi baru lahir (sampai dengan usia 28 hari), katanya.<br /><br />Dinkes Kota Pontianak merangkul 50 bidan swasta untuk menyalurkan dan melayani ibu melahirkan pada program Jampersal di kota itu.<br /><br />Menurut Kadinkes Kota Pontianak, dirangkulnya bidan praktek swasta karena sumber daya manusia tenaga kesehatan yang ada belum cukup dan khawatir tidak bisa menangani ibu yang akan melahirkan.<br /><br />Meskipun di Kota Pontiank jumlah tenaga kesehatan banyak dan dua rumah sakit, yakni Yarsi dan Rumah Sakit Umum Daerah Sudarso Pontianak serta empat Puskesmas, diantaranya Kampung Dalam, Saigon, Alianyang dan Siantan Hulu yang telah ditunjuk, namun masih perlu dukungan dari bidan swasta agar program Jampersal sukses, ujarnya.<br /><br />Menurut dia, tanpa adanya dukungan dari bidan swasta sulit program Jampesal di Pontianak berjalan sukses sesuai keinginan bersama.<br /><br />Data Dinkes Kota Pontianak angka kelahiran sekitar 13 ribu/tahun dan 1.100 kelahiran/bulan. "Meskipun angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Kota Pontianak terendah di kabupaten/kota provinsi Kalbar tetapi masih perlu dukungan semua pihak dalam menekan jumlah itu," ujarnya.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Kadinkes Kota Pontianak kembali meminta dukungan bidan praktek swasta untuk menolong ibu melahirkan yang menggunakan Jampersal meskipun honor yang diterima akan turun dari pembayaran melahirkan diluar program itu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














