Dinkes Usulkan Rp120 Miliar Untuk Pembangunan RS

oleh

Kalangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mengusulkan anggaran sebesar Rp120 miliar untuk pembangunan rumah sakit yang dikhususkan untuk melayani pasien program jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) di kawasan setempat. <p style="text-align: justify;">"Kami sudah membuat rancangan dan rencana anggaran untuk pembangunan RS yang diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp120 miliar pada tahap awal, yang usulan nantinya akan diajukan kepada wali kota dan pemerintah pusat," kata Kepala Dinkes Palangka Raya Sudarmini, di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Menurutnya, anggaran Rp120 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan fisik, sarana dan prasarana penunjang dari RS tersebut, termasuk untuk sistem pengelolaan air limbah.<br /><br />Ia mengatakan, apabila anggaran dari Pemerintah Kota Palangka Raya dan pemerintah pusat tidak bisa memehuni kebutuhan pembangunan itu, maka pihaknya berencana meminta bantuan kepada Bank Asia.<br /><br />"Kami sangat berharap program pembangunan RS Jamkesmas tersebut bisa mendapat dukungan dari semua pihak, baik itu pemkot, lembaga DPRD maupun pemerintah pusat," ucapnya.<br /><br />Ia mengungkapkan, RS tersebut rencananya terdiri atas 50 tempat tidur untuk pelayanan umum dan khusus, namun tetap yang diutamakan adalah pasien yang masuk di dalam program jamkesmas.<br /><br />Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia menjelaskan, bangunan RS untuk program jamkesmas tersebut akan dibangun di atas areal seluas 15 hektare.<br /><br />"Sementara lokasi pembangunan ada dua alternatif, pertama di Jalan Tingang, dan yang kedua di Jalan Letkol Seth Adji. Dipilihanya dua kawasan tersebut adalah untuk mengantisipasi perkembangan kota ke depan, karena RS sebaiknya jangan berada di tengah perkotaan," ujar Riban.<br /><br />Riban menyatakan, rencananya RS tersebut dibangun dengan dana patungan dari APBD dan bantuan pihak Kementerian Kesehatan, yang pelaksanaan pembangunannya bisa dimulai pada 2012.<br /><br />Ia memastikan infrastruktur jalan menuju rencana lokasi untuk RS tersebut pada 2011 pembangunannya sudah akan dimulai, dan kemudian dilanjutkan 2012.<br /><br />"Kami juga sudah mengkoordinasikan rencana pembangunan RS itu dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta pimpinan Badan Anggaran DPR RI," ujarnya menambahkan.<strong> (das/ant)</strong></p>