Disdik Bangkalan Kekurangan 1.000 Guru SD

oleh

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengaku kekurangan sekitar 1.000 guru untuk tingkat SD yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). <p style="text-align: justify;">Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengaku kekurangan sekitar 1.000 guru untuk tingkat SD yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).<br /><br />"Untuk guru SD, kami masih kurang sekitar 1.000 guru PNS. Sedangkan guru SD yang dimiliki saat ini 4.000 orang," kata Kasubag Umum Dinas Pendidikan Bangkalan, Syamsul Bakri, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan, idealnya setiap lembaga pendidikan mempunyai sembilan guru.<br /><br />Adapun sembilan guru tersebut meliputi enam orang untuk guru kelas, satu orang untuk guru olahraga dan satu lagi untuk guru agama.<br /><br />"Serta satu guru untuk kepala sekolah (kepsek). Bila ditotal satu lembaga pendidikan idealnya ada sembilan guru," katanya.<br /><br />Namun, kata Syamsul, kondisi yang terjadi di lapangan berbeda. Setiap lembaga pendidikan hanya ada dua sampai tiga guru berstatus PNS yang mengajar. Fenomena ini terjadi di kawasan pelosok.<br /><br />"Sementara untuk kondisi guru yang ada di perkotaan cukup dan tidak kurang. Hanya kelebihan 16 guru di kecamatan kota, itupun dipersiapkan untuk guru yang akan memasuki masa pensiun nanti," katanya.<br /><br />Menurut Syamsul, jumlah lembaga pendidikan tingkat SD yang ada di Kabupaten Bangkalan sebanyak 666 unit. Sementara untuk total guru SD yang ada disini berjumlah sekitar 4.000 orang.<br /><br />"Meski begitu, tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Untuk mengatasi permasalahan kekurangan guru, kami merekrut tenaga sukwan dan THL (tenaga harian lepas) untuk menjadi pengajar," katanya.<br /><br />Syamsul menambahkan, adapun jumlah THL dibawah Disdik Bangkalan sebanyak 1.300 orang lebih. Sementara untuk tenaga sukwan berjumlah 2.000 orang.(Eka/Ant)</p>