Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menargetkan kelulusan siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan pada ujian nasional 2011 mencapai 90 persen. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami mengimbau seluruh guru untuk memberikan pengayaan mata pelajaran kepada siswa agar target kelulusan ujian nasional (UN) 2011 itu bisa tercapai, meski cukup berat," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kotawaringin Timur Calon I Ranggon, di Sampit, Senin.<br /><br />Ia mengatakan ujian nasional tingkat SMA/SMK rencananya akan berlangsung mulai 21 April 2011.<br /><br />Jumlah peserta UN SMA/SMK se-Kotawaringin Timur yang sudah masuk dalam daftar nominasi tetap (DNT) sebanyak 3.099 orang siswa, terdiri atas 2.203 orang siswa SMA dan 896 orang siswa SMK.<br /><br />"Untuk soal UN diperkirakan akan baru diterima Disdikpora Kotawaringin Timur pada 15-18 April 2011," katanya.<br /><br />Ia mengatakan pengawasan pelaksanaan UN dipastikan akan semakin ketat, dan untuk menghindari peserta berbuat curang setiap ruangan akan mengerjakan lima paket soal yakni paket A, B, C, D dan E.<br /><br />Menurut Ranggon, sistem itu berbeda dengan tahun sebelumnya yang tahun lalu setiap ruangan hanya terdiri atas dua paket, yakni A dan B atau paket soal 18 dan 51, namun sekarang ada lima paket soal UN setiap ruangan.<br /><br />Pelaksanaan UN tahun ini juga tidak ada ujian ulangan, namun nilai siswa akan dihitung mulai dari ujian sekolah.<br /><br />Soal target kelulusan 90 persen, ia mengatakan cukup berat karena kalau dilihat dari hasil uji coba pihak sekolah dan Disdikpora masih banyak siswa tidak lulus.<br /><br />Pada uji coba itu sebagian besar siswa banyak yang tidak lulus pada dua mata pelajaran yakni bahasa Inggris dan matematika.<br /><br />"Untuk mata pelajaran bahasa Inggris dalam uji coba itu nilai terendah 2,81, sedangkan metematika nilai terendah di atas tiga. Padahal nilai standar kelulusan 5,5," katanya.<br /><br />Menurut dia, selain mengimbau guru memberikan pengayaan materi pelajaran kepada siswa, pihaknya juga mengingatkan siswa lebih teliti dan hati-hati mengerjakan soal di lembar jawaban komputer (LJK).<br /><br />"Kalau lupa menulis nama dan kode paket soal ujian akan berakibat fatal, siswa dipastikan tidak akan lulus," katanya.<br /><br />Para petugas pengawas ruangan diimbau selalu mengingatkan siswa peserta UN untuk tidak lupa menulis nama dan kode paket soal ujian.<strong> (das/ant)</strong></p>














