Distankanak Barut Upayakan Peningkatan Produksi Padi

oleh

Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah berupaya meningkatkan hasil produksi padi tahun 2011 guna menekan kekurangan beras yang terjadi selama ini. <p style="text-align: justify;">"Tahun 2010 daerah ini masih kekurangan beras sebanyak 2.825 ton, sehingga kami berupaya pada musim tanam tahun ini paling tidak di bawah angka 1.000 ton beras," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara (Barut), Sunoto, di Muara Teweh, Selasa.<br /><br />Menurut Sunoto, peningkatan hasil produksi padi baik padi sawah maupun padi ladang ini dilakukan pada musim tanam April – September (Asep) 2011 dan Oktober – Maret (Okmar) 2011/2012. <br /><br />Upaya yang dilakukan, kata dia, diantaranya merealisasikan program sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) serta peningkatan mutu intensifikasi melalui peningkatan produksi dan produktifitas dengan meningkatkan pengelolaan tanaman serta pemanfaatan sarana produksi (benih unggul dan pemupukan).<br /><br />"Kami berusaha produksi tanaman padi sawah dan padi ladang setiap tahunnya meningkat, sehingga mampu menekan kekurangan beras di daerah ini," katanya didampingi Kepala Bidang Pertanian, Rosmadianor.<br /><br />Sunoto menjelaskan, upaya lainnya dilakukan meningkatkan jumlah luas areal pertanaman yang dilakukan melalui peningkatan/ penyempurnaan prasarana usaha tani seperti membangun jalan usaha tani (JUT), pengembangan irigasi seperti jaringan irigasi tingkat usaha (Jitut) dan jaringan irigasi desa (Jides), optimasi lahan meningkatkan kapasitas lahan serta perluasan sawah.<br /><br />Disamping itu, katanya, melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para petani melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan program serta melakukan pengembangan agribisnis yang menyangkut pembinaan pasca panen pengelolaan serta pemasaran hasil pertanian.<br /><br />"Untuk pembangunan sejumlah sarana usaha tani itu sudah dilakukan secara bertahap mengingat dana yang ada sangat terbatas," jelas dia.<br /><br />Dia mengatakan, pada musim tanam April-September, sasaran luas panen tanaman padi di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini hanya 310 hektare tersebar di sentra padi sawah di Kecamatan Teweh Tengah yakni Desa Trahean, Transbangdep, dan Trinsing sekitar 60 hektare. <br /><br />Kemudian di Kecamatan Gunung Timang hanya dibuka di Desa Rarawa, Walur dan Ketapang serta Kecamatan Montallat di Desa Pepas, Tumpang Laung I, Tumpung Laung II, dan Kelurahan Montallat masing-masing 100 hektare, sedangkan Kecamatan Teweh Timur 50 hektare.<br /><br />Rendahnya luas lahan untuk musim tanam ini karena diperkirakan memasuki musim kemarau, sementara lahan persawahan di daerah ini sekitar 70 persen masih sistem tadah hujan dan sisanya irigasi teknis.<br /><br />"Namun, kami tetap berupaya meningkatkan produksi padi dengan mengembangkan tanaman padi hibrida varietas bernas super seluas 60 hektare di wilayah Kecamatan Teweh Tengah yang tingkat produktivitas-nya lebih baik dibanding varietas unggul lainnya," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>