Anggota Komisi IX DPR RI, Karolin Margret Natasa mengatakan, sosialisasi Program Jaminan Persalinan di Kalimantan Barat belum berjalan dengan baik. <p style="text-align: justify;">"Ada beberapa indikator yang menunjukkan hal itu," kata Karolin Margret Natasa usai Sosialisasi Jaminan Persalinan Gratis oleh Tim PKK Kalbar di Pontianak, Selasa.<br /><br />Ia beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke sejumlah pelayanan kesehatan daerah di Kalbar diantaranya di Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak.<br /><br />Menurut dia, salah satu hasil kunjungan itu masih banyak pelayanan kesehatan di daerah yang belum melaksanakan dan mengetahui tentang program tersebut.<br /><br />Ia mencontohkan di RSUD dr Rubini Mempawah, Kabupaten Pontianak, hingga minggu lalu belum melaksanakan Program Jampersal.<br /><br />Kemudian, ungkap dia, ketika melakukan sosialisasi ke masyarakat di beberapa daerah, banyak yang mengaku baru mengetahui dan mendengar tentang Jampersal.<br /><br />"Ini menunjukkan bahwa Program Jampersal belum disosialisasikan dengan baik di Kalbar," kata politisi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Kalbar itu.<br /><br />Ia mengungkapkan, anggaran yang sudah dipersiapkan untuk Jampersal secara nasional sebesar Rp1,2 triliun. Sedangkan untuk Kalbar dialokasikan sebesar Rp19,1 miliar dan alokasi per kabupaten/kota berbeda-beda.<br /><br />Karolin melanjutkan, sejak awal sudah menduga bahwa Program Jampersal tidak terencana dengan baik.<br /><br />"Sejak tahun lalu sudah disampaikan, tetapi April baru dimulai," kata Karolin. Ia juga meragukan penyerapan dana Jampersal kalau mengacu persiapan dan temuan di lapangan.<br /><br />"Kalau tidak 100 persen, atau kalau 100 persen, perlu ada kajian lebih lanjut," katanya menegaskan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














